Workshop Global Yield Gap Atlas (GYGA)–Indonesian Oil Palm yang ketiga telah terselenggara pada 5-6 Maret 2019 di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Workshop ini merupakan kerja sama antara University of Nebraska-Lincoln, Wageningen University, dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) dengan PPKS. Workshop GYGA dihadiri oleh wakil dari berbagai institusi yang mendukung perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun swasta, seperti PT Wilmar International, PT Musim Mas, PT Astra Agro Lestari, PT Asian Agri, dan PT Sawit Nabati Agro (IOI Group), bahkan perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara dan Yogyakarta serta asosiasi petani. Dalam workshop tersebut, Patricio Grassini, dari University of Nebraska dan Rob van den Beuken serta Willem Hekman dari Wageningen University, memberi pelatihan mengenai model estimasi produksi kelapa sawit “PALMSIM” pada hari pertama (5 Maret 2019). Pemodelan “PALMSIM” bertujuan untuk menganalisis gap produktivitas di perkebunan kelapa sawit. Sedangkan pada hari kedua (6 Maret 2019) dipaparkan mengenai preliminary results GYGA-Indonensian Oil Palm.

Kegiatan ini juga melibatkan peserta dalam diskusi dua arah mengenai protokol analisis yang sudah dilakukan oleh tim GYGA dengan pemodelan “PALMSIM”. Bersama PPKS, tim GYGA melakukan pemodelan “PALMSIM” dan analisis spasial untuk mengestimasi potensi produktivitas kelapa sawit di 22 lokasi di Indonesia.  Saat ini, perkebunan rakyat menghasilkan rata-rata 15,3 ton tandan buah segar (TBS) per hektar, sedangkan perkebunan besar (swasta dan negara) mampu menghasilkan rata-rata 19,7 ton TBS per hektar. Dengan pemodelan “PALMSIM”, tim GYGA menunjukkan bahwa terdapat gap produktivitas sebesar 47% untuk perkebunan rakyat dan 38% untuk perkebunan besar. Gap produktivitas merupakan perbedaan antara rata-rata produktivitas saat ini dan produktivitas potensial yang dapat dicapai ketika tanaman ditanam dalam kondisi optimal.

3rd Workshop Global Yield Gap Atlas (GYGA) – Indonesian Oil Palm

GYGA adalah proyek internasional yang diinisiasi oleh para peneliti dari University of  Nebraska-Lincoln (AS) dan Wageningen University (Belanda) pada 2011. Proyek GYGA bertujuan untuk membangun suatu atlas produktivitas dari tanaman. Hasil dari atlas dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah dengan potensi terbesar, sehingga mampu membantu peningkatan produktivitas tanaman secara signifikan di suatu wilayah. Sebelumnya, tim GYGA sudah melakukan pemodelan estimasi produksi untuk tanaman padi dan jagung di Indonesia. Sebagai negara penghasil CPO tertinggi di dunia, tim GYGA tentu juga tertarik untuk melakukan riset serupa pada kelapa sawit di Indonesia dengan mengikuti prinsip-prinsip GYGA, yaitu mengombinasikan data cuaca, sumber daya tanah serta air yang tersedia, dan penerapan manajemen terbaik. Kerja sama ini akan berlanjut pada tahap kedua dengan obyek khusus pada gap produktivitas yang lebar di perkebunan rakyat.

 
Translate »