Selasa, 26 Maret 2019, kegiatan Sosialisasi dan Klinik Proposal Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) dan Insentif Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) berlangsung lancar di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai instansi, di antaranya Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Pusat Penelitian Karet Sei Putih, Universitas Sari Mutiara (USM) – Indonesia, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Stikes Mitra Husada Medan. Narasumber dari acara ini adalah Dr. Juhartono, Kepala Subdirektorat Pengembangan Teknologi Industri Bahan Baku dan Material Maju, dan Roosida Taufani, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Industri bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dalam presentasinya, Dr. Juhartono menyebutkan bahwa hasil riset tidak boleh hanya tersimpan di dalam kertas, tetapi juga harus diimplementasikan. Saat ini, hasil riset di dalam negeri tentu sudah banyak jumlahnya. Akan tetapi, daya saing bangsa secara global masih lemah. Untuk itu, misi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) adalah meningkatkan kemampuan iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.

Sosialisasi Program INSINAS oleh Dr. Juhartono

Misi tersebut dapat terwujud jika adanya dukungan kelembagaan sumber daya, riset dan pengembangan, dan program-program penguatan inovasi yang baik. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Kemenristekdikti telah melaksanakan berbagai upaya, salah satunya program bantuan pendanaan riset seperti program INSINAS dan PPTI. Program INSINAS berupa bantuan pendanaan riset yang diarahkan untuk menghasilkan produk inovasi. INSINAS dapat diikuti ketika penelitian berada di TKT (Tingkat Kesiapterapan Teknologi) 1 sampai 6. Hasil riset dari program INSINAS dapat dikembangkan lebih lanjut di industri melalui program PPTI. Pengajuan program PPTI dapat dilakukan untuk riset yang berada di TKT 5 sampai 7. Dengan kata lain, PPTI menjadi salah satu wadah untuk komersialisasi hasil riset. Didukung peran PPTI sebagai program yang mampu melibatkan industri, lembaga litbang, dan perguruan tinggi, tentunya program INSINAS dan PPTI ini akan sangat banyak membantu siapa pun yang ingin melakukan riset, tak terkecuali PPKS. Mengingat banyak sekali produk inovasi hasil riset PPKS yang belum dikomersialisasi, maka program seperti PPTI diharapkan mampu mengaplikasikan penggunaan produk riset PPKS secara luas.

Translate »