Sejak 1992, PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) sudah mengembangkan biodiesel minyak sawit. Dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa sawit ini, PPKS melaksanakan road test Biodiesel 50% (B50) yang dimulai 25 Januari 2019. B50 adalah bahan bakar untuk mesin diesel yang diolah dari campuran 50% fosil diesel dan 50% biodiesel dari minyak sawit. Road test dilakukan menggunakan mobil Toyota Innova diesel untuk perjalanan dengan rute Medan-Jakarta-Medan sejauh 5000 km. Mobil tersebut telah tiba di Jakarta pada 28 Januari 2019. Berdasar hasil sementara, Dr. Muhammad Ansori Nasution (ketua tim road test B50 sekaligus peneliti PPKS) menyatakan bahwa konsumsi BBM per kilometer pada mobil dengan B50 sedikit lebih banyak dibanding dengan B20. Akan tetapi, emisi gas buang mobil B50 lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan.

Di masa depan, penggunaan B50 diharapkan dapat meningkatkan penggunaan produk turunan minyak sawit, baik di dalam maupun luar negeri. Industri biodiesel tentu akan membutuhkan minyak sawit dalam jumlah besar, sehingga harga jual tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit dapat meningkat. Hal ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi kampanye negatif dari negara asing, yang menyebabkan harga minyak sawit saat ini turun drastis. Dengan adanya B50, PPKS sudah mendedikasikan diri sebagai salah satu lembaga yang mampu mendukung pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang siap memanfaatkan produk hilir kelapa sawit.

Translate »