PT Wilmar Chemical Indonesia dan koleganya Rio Tinto (USA, Malaysia, dan Singapura) berencana untuk berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengenai penelitian unsur boron pada tanaman kelapa sawit. Hal ini diungkapkan oleh perwakilan PT Wilmar Chemical Indonesia, Syaiful Panjaitan, pada Kamis, 28 Februari 2019 di Galeri Riset Kelapa Sawit. Dalam diskusi tersebut, Weng Kee (Regional Agronomist and Sales Support dari Rio Tinto Borate) mempresentasikan pentingnya peran boron di dalam tanah dan kesehatan tanaman, serta aplikasi dari penambahan refined boron yang akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nutrisi tanah dan tanaman. PPKS tentu saja menyambut baik ajakan kerja sama tersebut, mengingat masih sedikit penelitian mengenai unsur boron untuk perkebunan kelapa sawit.

Presentasi peran unsur boron di pertanian oleh agronomis dari Rio Tinto Borote

Boron merupakan salah satu unsur mikro yang diperlukan oleh tanaman kelapa sawit.  Boron di dalam tanah ada yang terikat pada batu dan mineral, ada pula yang berbentuk sebagai asam boraks (H3BO3). Akan tetapi, boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5% dari kadar total boron di dalam tanah. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, boron berperan penting terhadap produktivitas tanaman. Gejala defisiensi boron pada tanaman kelapa sawit dapat dilihat dari daunnya, seperti daun mengerut (crinkle leaf), daun tumbuh pendek dengan ujung pelepah melingkar (round leaf), daun tumbuh rapat seperti bersatu dan padat (little leaf), dan penyakit tajuk tanaman (seperti gejala crown disease). Gejala-gejala tersebut akan menyebabkan terganggunya proses fotosintesis yang berdampak pada penurunan produktivitas kelapa sawit. Oleh karena itu, diharapkan dalam kerja sama penelitian ini dapat diperoleh informasi lebih lanjut tentang unsur boron, untuk mengatasi bahkan mencegah gejala defisiensi boron secara optimal.

Translate »