Presiden RI Bapak Joko Widodo meresmikan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Suka Maju, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir pada 09 Mei 2018. Program ini merupakan rangkaian kegiatan PSR setelah di Kab. Muba, Sumatra Selatan dan di Kab. Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Untuk 2018 PSR Riau ditargetkan seluas 25. 423 Ha.

Presiden RI Ir. Joko Widodo melakukan penanaman perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menggunakan varietas unggul PPKS yaitu DxP PPKS 540 di Riau

Pada kesempatan ini, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menghadirkan varietas unggul yaitu DxP PPKS 540 yang menjadi pilihan untuk ditanam langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo pada penanaman perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat. Penananaman perdana dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan pada Jum’at 13 Oktober 2017, yang dilanjutkan dengan penanaman kedua di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara pada Senin 27 November 2017.

Direktur PPKS sedang berdiskusi bersama Menko Perekonomian (kiri) dan bersama Dirjenbun (kanan)

PSR dilaksanakan untuk mengganti tanaman yang melewati umur ekonomis 25 tahun dan/atau tanaman yang produktivitasnya kurang dari 10 ton TBS/tahun per ha. Peremajaan ini juga mencakup penanganan masalah resiko tata ruang wilayah, kawasan hutan, dan kesatuan hidrologi gambut.

Dalam pidatonya Presiden Jokowi menyampaikan PSR ini jangan dipersulit, diatur tata laksananya agar lebih mudah dalam pencairan dana sehingga dapat segera dinikmati masyarakat secara luas. Beliau mendengar dari petani sawit bahwa PSR ini persyaratannya dan pencairannya sulit. Ini harus segera diatasi dan beliau akan langsung mengawasinya.

Direktur PPKS sedang berdiskusi bersama Menko Perekonomian dan Dirjenbun (kiri) dan diskusi bersama Menteri ATR-BPN (kanan) di booth PPKS

Dalam kesempatan ini, Presiden RI melakukan penanaman bibit Varietas DxP PPKS 540 yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Kelebihan varietas ini yaitu quick starter (cepat berproduksi tinggi), rendemen sangat tinggi, potensi produksi 35-37 ton tbs/ha/tahun atau setara 8-9 CPO/thn, dan daya adaptasi luas.

Acara ini juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri ATR-BPN Sofyan Djalil yang berkesempatan mengunjungi booth PPKS. Kedua menteri sangat antusias berdiskusi dengan direktur PPKS Bapak Hasril Hasan Siregar terkait peran strategis PPKS dalam perkelapasawitan Indonesia. (MAA)

Translate »