Produk Perlindungan Tanaman

Feromonas merupakan feromon agregat yang berhasil dikembangkan oleh PPKS dalam pengendalian hama Oryctes rhinoceros di perkebunan kelapa sawit.

Feromonas merupakan feromon sintetik berbahan aktif Ethyl 4 Methyl Octanoate yang mampu memerangkap kumbang O. rhinoceros jantan maupun betina. Produk ini disediakan dalam kemasan plastik berpori yang berisi 1 ml per sachet yang dapat bertahan selama 2-3 bulan di lapangan. Dengan dosis pemakaian 1 feromonas/2 Ha.

Keunggulan:
• Mengendalikan kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit dan kelapa;
• Lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
• sebagai alat sensus atau monitoring hama sekaligus pemerangkapan massal (mass trapping).

Rhynchomonas

Rhynchomonas merupakan feromon agregat yang berhasil dikembangkan oleh PPKS dalam pengendalian hama Rhynchophorus spp. di perkebunan kelapa sawit.

Rhynchomonas merupakan feromon sintetik berbahan aktif Ethyl 4 Methyl 5 Nonanol yang mampu memerangkap kumbang Rhynchophorus spp.

Cara pemasangan hampir sama dengan pemasangan Feromonas, dengan dosis pakai 1 Rhynchomonas untuk 2 Ha.

MARFU – P

Biofungisida yang bersifat agen antagonis terhadap penyakit Ganoderma boninense.

Marfu-P berbahan aktif konidia dan klamidospora Trichoderma koningii, dapat menekan G. boninense di lapangan dan dapat diaplikasikan pada saat proses pindah tanam di pembibitan dan dianjurkan untuk tindakan preventif. Dosis aplikasi MARFU-P di pembibitan adalah 10 g/polibeg dan di lubang tanam adalah 400 g/lubang. MARFU-P paling sesuai digunakan untuk tindakan preventif dalam mengendalikan Ganoderma boninense di perkebunan kelapa sawit. Produk ini telah digunakan oleh perkebunan besar negara, perkebunan besar swasta nasional, dan perkebunan rakyat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi.

ORICMAS

ORICMAS merupakan feromon agregat sintetik berspektrum luas yang mampu memerangkap kumbang Oryctes rhinoceros, Rhynchophorus spp., dan Rhabdoscelus sp. secara bersamaan. Berdasarkan uji efikasi di lapangan feromon agregat sintetik spektrum luas ini sangat efektif, efisien, dan mudah diaplikasikan di perkebunan kelapa sawit ataupun kelapa. Produk ORICMAS sangat berpotensi digunakan oleh perkebunan rakyat, perkebunan besar negara, dan swasta. Produk feromon ini telah digunakan dari Aceh hingga Papua, khususnya untuk lahan replanting. Produk ini disediakan dalam kemasan plastik berpori yang berisi 1 ml/sachet yang dapat bertahan selama 2-3 bulan di lapangan dengan dosis pemakaian 1 sachet/2 Ha.

Keunggulan:
• Mengendalikan kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit dan kelapa;
• Lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

KAIROMIX

Elaeidobius kamerunicus Faust adalah agen penyerbuk kelapa sawit utama di Indonesia. Kumbang E. kamerunicus tertarik ke bunga kelapa sawit karena adanya kairomon terutama estragole yang diekskresikan oleh bunga jantan. Sayangnya, dalam satu areal, keberadaan bunga jantan mekar seringkali tidak homogen sehingga populasi E. kamerunicus juga relatif tidak merata. Kairomix yang berbahan aktif estragole dikemas dalam plastik berpori ukuran 200 μm sebanyak 0,5 ml/sachet, yang dapat bertahan selama 1-1,5 bulan di lapangan dan mampu menarik serta meratakan populasi E. kamerunicus. Pemasangan Kairomix secara merata dalam blok dengan dosis 2 sachet/ha mampu meningkatkan nilai fruit set kelapa sawit sekitar 20% dan rerata berat tandan hingga 8% pada 6 bulan setelah aplikasi.

Potensi Penerapan : KAIROMIX sangat cocok diaplikasikan pada tanaman muda dengan fruit set rendah khususnya yang memiliki areal tanam sangat luas dan menggunakan bahan tanaman kelapa sawit dengan produktivitas tinggi di awal tanam. Keberadaan tanaman muda akan selalu ada di Sumatera melalui program replanting atau di daerah pengembangan seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Keunggulan:
• Mampu menarik dan meratakan populasi serangga penyerbuk E. kamerunicus.;
• Berpotensi digunakan sebagai penghitung populasi E. kamerunicus yang praktis di lapangan.

HATCH & CARRY MOBILE

Selain produk, PPKS juga menghasilkan teknologi yang dapat diaplikasikan dan membantu perkebunan kelapa sawit. Salah satunya adalah teknik hatch and carry mobile. Teknik ini merupakan teknik semi-assisted pollination dengan komponen teknologi berupa penetasan serangga penyerbuk kelapa sawit (SPKS) Elaeidobius kamerunicus (hatch) dalam sebuah kotak dan penyemprotan polen murni kelapa sawit pada kumbang hasil penetasan (carry) yang kemudian dilepaskan ke lapangan. Pelepasan kumbang dilakukan bersamaan dengan aktivitas mereka memanen tandan buah. Teknik ini dapat meningkatkan populasi E. kamerunicus dan fruit set kelapa sawit hingga 30%. Teknik hatch and carry mobile sangat cocok diaplikasikan pada tanaman muda dengan fruit set rendah khususnya yang memiliki areal tanam sangat luas dan menggunakan bahan tanaman kelapa sawit yang terlalu feminim. Teknik ini telah diaplikasikan di berbagai perkebunan rakyat, perkebunan besar negara dan swasta..

MARCUNA

Mucuna bracteata merupakan kacangan penutup tanah yang awalnya banyak dijumpai di Negara Bagian Tripura, tepatnya di India Bagian Utara yang kemudian diintroduksi oleh Golden Hope di Malaysia pada 1991. Kacangan ini memilki banyak kelebihan dibandingkan dengan kacangan penutup tanah (LCC) konvensional seperti Pueraria javanica, Calopogonium caereleum, dan Centrosema pubescent sering kali tidak mampu menekan pertumbuhan gulma, seperti Mikania, Asystasia, dan lainnya. Selain itu kacangan-kacangan tersebut mempunyai kelemahan tidak tahan terhadap naungan dan kondisi kering.

Keunggulan:
• Produksi PPKS
• Daya Kecambah lebih dari 85%
• Pertumbuhan lebih cepat (10-30 cm/hari) dengan biomassa lebih tinggi (17,16 ton/ha)
• Mudah ditanam
• Tidak disukai oleh ternak
• Toleran hama dan penyakit
• Memiliki alelopati sehingga daya kompetisi tinggi terhadap gulma lain
• Memiliki perakaran yang dalam
• Mengendalikan erosi
• Mampu menambat N bebas dari udara

Translate »