Dr. Suroso Rahutomo, Kepala Bagian Penelitian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), telah berpartisipasi dalam Kongres Minyak Kelapa Sawit Internasional Pertama pada 17-20 September 2019 di Ekuador. Selain PPKS, Delegasi Indonesia dalam acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kelapa Sawit Ekuador (ANCUPA) ini juga diwakili oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Peserta yang hadir terdiri dari para peneliti di Pusat Penelitian Agrikultur Ekuador (INIAP) serta 300 peserta lainnya yang merupakan peneliti dan praktisi dalam sektor industri kelapa sawit, baik dari dalam maupun luar negeri. Kongres yang bertajuk “Walking Together with the Palm” tersebut bertujuan untuk membahas langkah strategis yang perlu dilakukan untuk mempertahankan Industri Minyak Kelapa Sawit Ekuador di tengah tantangan yang ada. Saat ini, wabah penyakit Bud Rot atau Pudricion del Cogollo (PC) telah menyerang hampir 40% lahan kelapa sawit di Ekuador. Meskipun Bud Rot  tidak menyerang kelapa sawit di Indonesia, pengalaman peneliti Indonesia dalam menangani penyakit endemik diperlukan oleh praktisi perkebunan kelapa sawit di Ekuador.

Field Trip di Simon Bolivar, Ekuador

Agenda acara tersebut juga diiisi dengan 2 hari field trip di daerah Simon Bolivar, Ekuador, dengan Dr. Suroso Rahutomo sebagai narasumber ahli. Respons positif dari pihak Ekuador disampaikan selama pelaksanaan field trip. Selain diskusi tentang Rot Bud, dalam field trip ini juga dibahas cara-cara untuk meningkatkan fruit set seperti hatch and carry serta penggunaan feromon untuk kumbang penyerbuk Elaeidobius kamerunicus. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, PPKS dan INIAP telah merencanakan beberapa kerja sama penelitian, di antaranya penelitian bersama untuk meningkatkan populasi Elaeidobius kamerunicus (serangga penyerbuk kelapa sawit) pada tanaman Oleifera x Guineensis (OG) Hybrid, pertukaran plasma nutfah kelapa sawit jenis Oleifera dan Pisifera, serta joint research pengendalian penyakit Rot Bud. Selain itu, ANCUPA menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung dan meninjau langsung perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Kedutaan Besar Repulik Indonesia (KBRI) berharap, rencana kerja sama Indonesia dan Ekuador ini dapat segera terealisasikan di masa depan. Dengan adanya soft diplomacy dan joint cooperation, Indonesia-Ekuador dapat memperkuat aliansinya dan mampu berperan penting dalam mengatasi kampanye negatif di industri kelapa sawit.

Dr. Suroso Rahutomo, Kepala Bagian Penelitian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), bersama peserta Kongres minyak Kelapa Sawit Internasional lainnya

 

Translate »