Meskipun suplai kecambah sawit unggul cukup untuk memenuhi permintaan pasar, ketersediaan kecambah kelapa sawit dalam negeri tidak terdistribusi secara merata ke sentra-sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti ditemukannya kasus ribuan kecambah kelapa sawit ilegal yang terjadi selama 2 tahun terakhir di Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan memalsukan dokumen Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Kecambah ilegal umum dikenal sebagai kecambah palsu. Agar kasus demikian tidak terulang, diperlukan upaya penyediaan kecambah kelapa sawit legal/resmi yang dapat didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Sebagai salah satu produsen resmi kecambah kelapa sawit unggul, PPKS turut berpartisipasi dalam upaya mengurangi peredaran kecambah sawit palsu. Salah satunya dengan merealisasikan Program Sawit untuk Rakyat (Prowitra) yang mampu menjangkau petani hingga ke daerah-daerah pelosok agar memperoleh kecambah kelapa sawit yang berkualitas. Secara fisik, kecambah resmi dan palsu akan terlihat sama, baik dari segi bentuk dan warna. Untuk menandai keaslian kecambah dari PPKS dengan kecambah palsu yang beredar, PPKS menggunakan teknologi laser printing untuk membuat label “PPKS” pada kecambah. Printing tersebut berwarna hijau kekuningan dan terlihat lebih jelas jika dicelupkan ke dalam air. Label ini tidak mudah hilang dan dapat bertahan hingga setahun.

Kecambah PPKS sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) dicelupkan ke dalam air

Kecambah palsu akan menghasilkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan rendemen minyak yang rendah, biasanya berasal dari sumber yang tidak jelas. Oleh karena itu, penggunaan kecambah palsu harus dihindari sejak dini dengan membeli kecambah asli langsung dari produsen resmi. Kecambah resmi dihasilkan melalui penelitian yang cukup lama, misalnya tetua induk terpilih dan telah mengalami pengujian di lapangan serta hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Hingga saat ini, PPKS telah memproduksi berbagai varietas kecambah kelapa sawit, di antaranya Dumpy, SP540, Yangambi, Langkat, dan 540 NG. Salah satu petani kelapa sawit asal Kalimantan Selatan, Bapak Junsari, membuktikan keunggulan kecambah kelapa sawit Varietas Yangambi dan sangat puas dengan hasil yang diperolehnya. Beliau mengakui keunggulan varietas kelapa sawit PPKS dan memutuskan menjadi pelanggan tetap. Informasi mengenai cara mendapatkannya pun diperoleh dengan mudah, sehingga tidak khawatir lagi dengan peredaran kecambah palsu.

Pembibitan kelapa sawit Bapak Junsari, Varietas Simalungun produksi PPKS

Informasi mengenai pemesanan/pembelian kecambah kelapa sawit resmi produksi PPKS dapat melalui Hotline: 0811 600 7330

Translate »