Saat ini, India merupakan salah satu importir CPO (Crude Palm Oil) terbesar di dunia. Meskipun demikian, persepsi negatif mengenai minyak sawit masih terus berkembang di kalangan masyarakat India. Persepsi tersebut terkait efek negatif kelapa sawit di bidang kesehatan dan lingkungan hidup. Hal ini dikarenakan black campaign dari Uni Eropa yang mulai mempengaruhi masyarakat India. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan tampilan minyak sawit yang masuk ke India dalam bentuk curah dan dijual dengan harga murah. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di India ingin menindaklanjuti kerja sama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dalam mengubah persepsi negatif kelapa sawit di India. Hal tersebut disampaikan oleh Bayunto Samba, perwakilan KBRI India dalam kunjungannya ke PPKS pada Selasa, 30 April 2019.

Kunjungan perwakilan KBRI India, Bayunto Samba dan Lestyani Yuniarsih, bersama Ketua DMSI, Derom Bangun, di PPKS Medan

Pada pertemuan sebelumnya, India sudah menawarkan kerja sama strategis yang disambut baik oleh PPKS. Lestyani Yuniarsih menyebutkan, pada kunjungan kali ini KBRI India ingin fokus pada kerja sama mengatasi persepsi negatif di India. Bayunto Samba juga menambahkan, konferensi minyak nabati pada September mendatang bisa menjadi batu loncatan bagi KBRI India dan PPKS untuk mulai mempromosikan minyak sawit. Pada konferensi tersebut akan diadakan pameran berbagai produk minyak nabati, salah satunya minyak sawit. Bayunto ingin pada pameran tersebut PPKS dapat mengirim perwakilannya untuk mempresentasikan hal-hal positif dari kelapa sawit. Dalam diskusi tersebut, Direktur PPKS, Dr. Iman Yani Harahap, memberi masukan bahwa kerja sama sebaiknya dilakukan dengan lembaga atau pusat studi yang punya pengaruh kuat di India, yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di kalangan masyarakat India. Dalam kerja sama ini, PPKS siap untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan risetnya. Selain itu, hasil riset tidak hanya dipublikasikan di jurnal internasional, tetapi juga di media sosial, baik di Indonesia maupun India.

Translate »