Kementerian Pertanian akan mengadakan pertemuan bilateral Expert Group Meeting (EGM) Kolombia-Indonesia pada 3-4 Oktober 2019. Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan oleh Rismawan Farid Lufianto, Staf Fungsional Umum Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian saat berkunjung ke Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) pada Rabu, 22 Agustus 2019. Pertemuan EGM adalah agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh Biro Kerja Sama Luar Negeri dan tahun ini akan dilaksanakan di Medan. Isu utama yang diangkat dalam EGM tahun ini salah satunya terkait dengan penelitian dan pengembangan kelapa sawit. Sebagai lembaga riset kelapa sawit yang berdiri lebih dari 1 abad, PPKS diundang oleh Biro Kerja Sama Luar Negeri untuk berpartisipasi dalam EGM 2019. Salah satu agenda dari rangkaian EGM adalah field visit di PPKS. Rismawan berharap, field visit ini dapat diisi dengan kegiatan presentasi dari peneliti PPKS, mengunjungi pabrik B50 skala pilot, road test mobil berbahan bakar B50 PPKS, dan kunjungan ke kebun percobaan serta galeri riset kelapa sawit.

Perwakilan Biro Kerja Sama Luar Negeri, Rismawan Farid Lufianto, mengundang para peneliti PPKS ke pertemuan bilateral Expert Group Meeting Kolombia-Indonesia

Kerja sama dengan Kolombia di bidang kelapa sawit bukanlah hal baru bagi PPKS. Sebelumnya, peneliti PPKS, Dr. Abdul Razak Purba dan Dr. Edy Sigit Sutarta, menjadi invited speakers di 2012 International Oil Palm Conference yang dilaksanakan oleh FEDEPALMA (The Colombian National Federation of Oil Palm Growers) dan institusi riset CENIPALMA. Riset kelapa sawit di Kolombia sendiri telah maju, dengan koleksi plasma nutfah yang beragam. PPKS berharap melalui kegiatan Expert Group Meeting ini dapat diinisiasi pertukaran koleksi plasma nutfah dari Kolombia dan kerja sama riset lainnya. Selain itu, Kepala Bagian Penelitian PPKS, Dr. Suroso Rahutomo, akan mengajukan nota kesepahaman kerja sama riset antara PPKS dan institusi riset di Kolombia, baik dalam bentuk kegiatan riset bersama, penerbitan publikasi internasional, maupun expert exchange. Hal ini diharapkan menjadi upaya untuk lebih menampilkan data ilmiah hasil riset yang dapat digunakan dalam menghadapi black campaign terhadap kelapa sawit. Pasalnya, data hasil riset kelapa sawit masih sulit diakses secara global karena jarangnya data tersebut terbit di publikasi internasional. Dengan adanya Expert Group Meeting Kolombia-Indonesia ini, PPKS siap berkontribusi untuk kampanye kelapa sawit Indonesia berkelanjutan di kancah internasional.

Translate »