Kebutuhan India akan Crude Palm Oil (CPO) selama 10 tahun terakhir terus meningkat. Berdasarkan Grand View Research: Indian Palm Oil Market Analysis and Segment Forecast, kebutuhan CPO diprediksi tumbuh 8,1% hingga 2025. Namun, kebutuhan CPO di India hampir sepenuhnya diperoleh melalui impor.  Dengan permintaan impor mencapai 9 juta ton, India dinobatkan sebagai salah satu pasar utama CPO dunia. Pada 2018, lebih dari 6 juta ton CPO tersebut diperoleh dari Indonesia. Situasi ini tentu memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk terus menjadi pemasok CPO utama bagi India. Untuk mengukuhkan hal tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di India mengutus Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) bersama Delegasi India berkunjung ke Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) pada Senin, 25 Maret 2019.

Pertemuan Delegasi India, DMSI, Solidaridad, dan Peneliti PPKS

Perwakilan Delegasi India, Atul Chaturvedi, menyatakan bahwa CPO telah mengambil posisi penting sebagai pengikat kedua negara. Saat ini, India hanya memiliki 300.000 ha perkebunan sawit. Rencananya, jumlah ini akan ditingkatkan menjadi 2 juta ha. Untuk itu, India membutuhkan PPKS untuk melakukan riset bersama. Atul Chaturvedi juga menyebutkan bahwa persepsi negatif mengenai kelapa sawit di India sudah mulai meluas. Oleh karena itu, KBRI ingin mengatasi permasalahan ini dengan melakukan promosi dan penguatan citra positif kelapa sawit di India. PPKS dilibatkan oleh KBRI India dalam program tersebut.

Selain itu, agar kelapa sawit bisa terus menjadi penghasil devisa negara terbesar, maka industri minyak sawit  harus memenuhi kriteria keberlanjutan sehingga semakin diterima oleh konsumen di pasar global. Inisiatif untuk mencapai tujuan tersebut telah dirintis melalui kesepakatan kerja sama antara Delegasi India dengan DMSI dan Solidaridad. Pada saat kunjungan, Delegasi India ingin memperkuat rencana kerja sama tersebut dengan melibatkan PPKS. Kerja sama ini diharapkan mampu menjaga hubungan baik antara India dan Indonesia sebagai negara konsumen – produsen CPO sekaligus membina kerjasama riset di kedua negara.

Translate »