Pusat Unggulan IPTEK

Pada tanggal 19 Desember 2011, PPKS ditetapkan sebagai Lembaga Penelitian dan Pengembangan yang akan menjadi Pusat Unggulan IPTEK sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 244/M/Kp/IX/2011.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang (kelembagaan, sumberdaya dan jaringan IPTEK) menjadi bertaraf internasional dalam bidang prioritas spesifik.

Pada kesempatan yang sama, telah dilakukan penandatanganan Masterplan Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) oleh Deputi Bidang Kelembagaan IPTEK, Benyamin Lakitan, dengan Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Witjaksana Darmosarkoro, bersama lembaga penelitian lainnya, yaitu ; Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Penyakit Tropis (LPT) UNAIR, dan Kepala Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO), yang disaksikan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta.

Penetapan PPKS sebagai satu-satunya PUI di Indonesia didasarkan oleh empat kriteria, yaitu banyaknya publikasi ilmiah tingkat nasional dan internasional, kemampuan membentuk jejaring, penggunaan produk riset, serta kemampuan membangkitkan ekonomi masyarakat.

Penetapan PPKS sebagai Pusat Unggulan IPTEK

Penetapan PPKS sebagai Pusat Unggulan IPTEK

Translate »