Program Sawit Rakyat (PROWITRA) yang diinisiasi oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dinominasikan sebagai salah satu dari 9 inovator SAWIT (Smallholders Advancing with Innovation and Technology) Challenge 2016 dengan ide terobososan untuk membantu petani kecil independen dalam meningkatkan produktivitas sambil tetap memenuhi standar minyak sawit yang berkelanjutan. Kompetisi SAWIT ini diselenggarakan oleh USAID (the US Agency for International Development), IBCSD (Indonesia Business Council for Sustainable Development), dan SPKS (Serikat Petani Kelapa Sawit). Tujuan SAWIT Challenge adalah pemberdayaan petani sebagai pilar industri kelapa sawit berkelanjutan. SAWIT Challenge 2016 mengundang berbagai pihak untuk berkompetisi menampilkan inovasi yang diarahkan untuk mendukung upaya pemberdayaan petani sawit.

SAWIT Challenge 2016 diikuti oleh lebih dari 70 peserta dari 20 negara. Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, PROWITRA (Program Sawit untuk Rakyat) dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) terpilih menjadi satu dari sembilan inovasi yang berhak dipresentasikan dalam acara Innovation Marketplace. Delapan inovasi lainnya adalah (a) software untuk mendukung transparansi dalam supply chain minyak sawit, (b) program pendampingan untuk sertifikasi lahan perkebunan kelapa sawit rakyat, (c) app untuk menghimpun data yang berkaitan dengan petani sawit, (d) skema pendanaan untuk peremajaan, (e) sistem pembayaran tunai langsung untuk produksi tandan buah segar milik petani, (f) pemetaan petani kelapa sawit, (g) teknologi adjuvant untuk mengurangi penggunaan herbisida, dan (h) aplikasi untuk pencatatan produksi petani TBS dari petani yang terintegrasi langsung dengan supply chain hingga ke end user.

SAWIT-CHALLENGE003

PROWITRA merupakan program pemberdayaan petani melalui pelayanan, pendidikan, dan pendampingan yang diinisiasi oleh Dr Abdul Razak Purba, peneliti pemuliaan di PPKS. Peluncuran PROWITRA dilakukan pada acara Pembukaan International Oil Palm Conference (IOPC) pada Juni 2010. PROWITRA ditujukan untuk membantu petani di remote area dalam mendapatkan informasi mengenai bahan tanaman berkualitas, praktek kultur teknis terbaik (best management practices, BMP), dan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Kegiatan PROWITRA mencakup sosialisasi dan diskusi dengan kelompok tani, penjualan benih unggul melalui mobil khusus, demonstrasi blok untuk penerapan BMP pada desa terpilih, pelayanan untuk program waralaba bibit, dan penyediaan ruko outlet untuk memfasilitasi penyediaan kecambah kelapa sawit.

PPKS diwakili oleh Dr. Suroso Rahutomo dan M. Akmal Agustira telah mempresentasikan PROWITRA kepada pelaku bisnis, pemerintahan, dan pemimpin-pemimpin NGO dalam acara Innovation Marketplace yang diselenggarakan di Jakarta pada 17-18 November 2016. Setelah presentasi, setiap inovator dipertemukan dengan council members yang terdiri dari perwakilan perusahaan perkebunan, agensi, dan lembaga swadaya masyarakat. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi sarana agar inovasi yang telah dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata untuk mendukung pemberdayaan petani kelapa sawit. Event ini juga menjadi sarana bagi PPKS untuk memperkokoh brand image sebagai pusat unggulan IPTEK sekaligus produsen bahan tanaman unggul. Inovator dan councils members telah sepaham untuk melibatkan PPKS dalam program-program pemberdayaan petani kelapa sawit utamanya yang terkait dengan penyediaan bahan tanaman dan pelatihan petani.

Translate »