Pilihan Bahasa : 

Hasil Penelitian Pemuliaan Tanaman Tahun 2008

Pemuliaan Tanaman 

Peneliti Pemuliaan Tanaman  

Edy Suprianto, SP. MSc.
Abdul Razak Purba, Dr.
Yurna Yenni, SP
Sujadi, SP
Muhammad Arif, SP
Nanang Supena, SP
Hernawan Yuli Rahmadi, SP
Heri Adriwan Siregar, SP 

 

Pengembangan bahan tanaman kelapa sawit unggul melalui program seleksi Reciprocal Recurrent Selection (RRS).

           Pogram seleksi yang diterapkan di PPKS mengacu pada hasil pengamatan pengujian keturunan (progeny test). Seleksi bertujuan untuk pengembangan bahan tanaman secara komersial dan untuk kelanjutan program pemuliaan kelapa sawit. Setelah tahapan pengujian projeni atau evaluasi selesai dilaksanakan, selanjutnya dilakukan pemilihan tetua yang akan direkombinasikan untuk mencari materi persilangan dengan potensi yang lebih baik yang akan digunakan pada siklus pemuliaan berikutnya. Penggunaan metode RRS telah dimulai tahun 1973, yang dilanjutkan siklus kedua pada tahun 1986. Dari RRS siklus kedua telah dihasilkan 4 (empat) varietas baru, yakni varietas DxP Simalungun, DxP Langkat, DxP PPKS 540 dan DxP PPKS 718 yang mampu berproduksi sampai 8 ton CPO/ha/tahun.
 
 Hasil observasi menunjukkan karakter produksi dan kualitas minyak merupakan materi yang sangat berharga untuk melanjutkan skema seleksi ini memasuki siklus ketiga. Sebanyak 27 tetua dari berbagai populasi dura dan 33 tetua tenera/pisifera dari berbagai orijin telah dipilih berdasarkan daya gabung umum (general combining abilities/GCA) dan daya gabung khususnya (specific combining abilities/SCA). Sebanyak 25 mating design dengan total 485 persilangan telah disusun dan dibagi menjadi  tiga kelompok besar, yang mengacu kepada skema seleksi RRS, yakni: (1) crossing plan untuk pengujian keturunan (DxT/P), (2) crossing plan untuk perbaikan populasi dura (DxD), dan (3) crossing plan untuk perbaikan populasi tenera/pisifera (TxT/P).
          Sampai dengan Desember 2008, sebanyak 148 persilangan DxP/T, 149 persilangan DxD, dan 117 persilangan TxT/P telah berhasil direalisasikan. Dua mating design pengujian keturunan, PS2 dan PS6, telah ditanam di Kebun Dolok Sinumbah, Sumatera Utara dan Kebun Lamunti Baru, Kalimantan Tengah. Tiga mating design, yakni PS2, PS4, dan PS6 tengah dipersiapkan untuk ditanam di areal kebun milik PT Astra Agro Lestari, Tbk yang berlokasi di Kalimantan Tengah dengan kondisi tanah mineral dan iklim yang kering.

Perakitan Bahan Tanaman Unggul dengan Kualitas Minyak yang tinggi melalui program Backcross antara Elaeis guineensis dengan Elaeis oleifera

         Seiring dengan berkembangnya tuntutan konsumen, pengembangan bahan tanaman kelapa sawit saat ini tidak hanya difokuskan kepada peningkatan produktivitas minyak, melainkan juga perbaikan karakter sekunder seperti kualitas minyak, karakter vegetatif tanaman, dan sifat ketahanan terhadap cekaman biotik maupun abiotik.  Pemuliaan untuk perakitan bahan tanaman yang memiliki kualitas minyak yang baik dan karakter tanaman yang kompak dapat ditempuh melalui pemanfaatan material Elaeis oleifera, yang merupakan kerabat liar dari E. guineensis dan memiliki beberapa karakter unggul, antara lain laju pertambahan meninggi yang lambat, kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi, dan resisten terhadap penyakit. Program pemuliaan kelapa sawit yang mengintegrasikan E. oleifera melalui metode silang balik (backcross) telah dilakukan oleh PPKS sejak 1979 dan saat ini telah mencapai silang balik pertama (BC1).
  Beberapa tanaman hasil  BC1 yang prospektif dengan karakter unggul, seperti rachis yang relatif pendek (450 cm), produksi CPO yang baik (5,5 ton/ha), dan kandungan beta karoten yang tinggi (1.110 ppm) telah teridentifikasi. Pemuliaan lanjutan untuk E. oleifera melalui program silang balik dengan E. guineensis yang diakselerasi oleh teknologi kultur jaringan diharapkan dapat menghasilkan bahan tanaman yang memiliki keunggulan dalam tingkat produksi minyak, kualitas minyak, dan keragaan tanaman yang kompak.
  Program persilangan untuk backcross generasi kedua (BC2) telah disusun dengan menyilangkan individu terbaik pada BC1 dengan individu dura yang memiliki karakter produksi yang baik. Pada tahun 2008, sebanyak 4 persilangan BC2 telah direalisasikan, dan program perbanyakan kultur jaringan backcross telah berhasil mendapatkan embrio dari individu terpilih.

Perakitan dan Pengujian Adaptabilitas Bahan Tanaman Kelapa Sawit di Lahan Sulfat Masam Potensial Kawasan PLG

            Lahan rawa merupakan lahan alternatif untuk pengembangan pertanian dan perkebunan.  Lahan rawa di Indonesia terdiri atas lahan pasang surut dan lahan lebak dengan luas masing-masing 20 juta ha dan 13 juta ha.  Lahan rawa yang telah dibuka atau direklamasi, termasuk eks lahan PLG Sejuta Hektar di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 5 juta hektar.  Potensi lahan ini sebagai areal budidaya kelapa sawit cukup besar. Varietas yang adaptif terhadap kondisi spesifik yang ada di areal rawa, khususnya lahan sulfat masam, menjadi kebutuhan untuk mendukung program pengembangan. Hingga saat ini belum diperoleh varietas kelapa sawit yang adaptif ditanam di lahan sulfat masam potensial (SMP). Hal ini mendasari perlunya penelitian untuk mendapatkan varietas-varietas kelapa sawit yang adaptif di lahan SMP dengan melakukan pengujian keturunan. 
           Tujuan penelitian ini adalah (1) memper-oleh gambaran tentang potensi produksi persilangan-persilangan DxT/P siklus ke 3 program pemuliaan PPKS di lahan sulfat masam potensial kawasan PLG, (2) memperoleh informasi mengenai persilangan-persilangan milik PPKS yang lebih stabil tingkat produktivitasnya dan lebih adaptif pada tanah sulfat masam potensial, (3) melengkapi pengetahuan tentang interaksi genotip dan lingkungan (GxE interaction) pada tanaman kelapa sawit, dan (4) memberikan gambaran umum tentang kelayakan lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit. Melalui penelitian ini pada tahun 2008 telah dilakukan penanaman 24 persilangan DxP/T di Kebun Lamunti Baru, PT Global Agung Lestari.

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 12794
  • Unique Visitor: 3191
  • Registered Users: 13
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.101
  • Since: 2010-08-18