Hasil Penelitian Pemuliaan Tanaman Tahun 2008
Pemuliaan Tanaman
Peneliti Pemuliaan Tanaman
Edy Suprianto, SP. MSc.
| ![]() |
Pengembangan bahan tanaman kelapa sawit unggul melalui program seleksi Reciprocal Recurrent Selection (RRS).

Sampai dengan Desember 2008, sebanyak 148 persilangan DxP/T, 149 persilangan DxD, dan 117 persilangan TxT/P telah berhasil direalisasikan. Dua mating design pengujian keturunan, PS2 dan PS6, telah ditanam di Kebun Dolok Sinumbah, Sumatera Utara dan Kebun Lamunti Baru, Kalimantan Tengah. Tiga mating design, yakni PS2, PS4, dan PS6 tengah dipersiapkan untuk ditanam di areal kebun milik PT Astra Agro Lestari, Tbk yang berlokasi di Kalimantan Tengah dengan kondisi tanah mineral dan iklim yang kering.
Perakitan Bahan Tanaman Unggul dengan Kualitas Minyak yang tinggi melalui program Backcross antara Elaeis guineensis dengan Elaeis oleifera
Seiring dengan berkembangnya tuntutan konsumen, pengembangan bahan tanaman kelapa sawit saat ini tidak hanya difokuskan kepada peningkatan produktivitas minyak, melainkan juga perbaikan karakter sekunder seperti kualitas minyak, karakter vegetatif tanaman, dan sifat ketahanan terhadap cekaman biotik maupun abiotik. Pemuliaan untuk perakitan bahan tanaman yang memiliki kualitas minyak yang baik dan karakter tanaman yang kompak dapat ditempuh melalui pemanfaatan material Elaeis oleifera, yang merupakan kerabat liar dari E. guineensis dan memiliki beberapa karakter unggul, antara lain laju pertambahan meninggi yang lambat, kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi, dan resisten terhadap penyakit. Program pemuliaan kelapa sawit yang mengintegrasikan E. oleifera melalui metode silang balik (backcross) telah dilakukan oleh PPKS sejak 1979 dan saat ini telah mencapai silang balik pertama (BC1).
Beberapa tanaman hasil BC1 yang prospektif dengan karakter unggul, seperti rachis yang relatif pendek (450 cm), produksi CPO yang baik (5,5 ton/ha), dan kandungan beta karoten yang tinggi (1.110 ppm) telah teridentifikasi. Pemuliaan lanjutan untuk E. oleifera melalui program silang balik dengan E. guineensis yang diakselerasi oleh teknologi kultur jaringan diharapkan dapat menghasilkan bahan tanaman yang memiliki keunggulan dalam tingkat produksi minyak, kualitas minyak, dan keragaan tanaman yang kompak. Program persilangan untuk backcross generasi kedua (BC2) telah disusun dengan menyilangkan individu terbaik pada BC1 dengan individu dura yang memiliki karakter produksi yang baik. Pada tahun 2008, sebanyak 4 persilangan BC2 telah direalisasikan, dan program perbanyakan kultur jaringan backcross telah berhasil mendapatkan embrio dari individu terpilih.

Perakitan dan Pengujian Adaptabilitas Bahan Tanaman Kelapa Sawit di Lahan Sulfat Masam Potensial Kawasan PLG
Tujuan penelitian ini adalah (1) memper-oleh gambaran tentang potensi produksi persilangan-persilangan DxT/P siklus ke 3 program pemuliaan PPKS di lahan sulfat masam potensial kawasan PLG, (2) memperoleh informasi mengenai persilangan-persilangan milik PPKS yang lebih stabil tingkat produktivitasnya dan lebih adaptif pada tanah sulfat masam potensial, (3) melengkapi pengetahuan tentang interaksi genotip dan lingkungan (GxE interaction) pada tanaman kelapa sawit, dan (4) memberikan gambaran umum tentang kelayakan lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit. Melalui penelitian ini pada tahun 2008 telah dilakukan penanaman 24 persilangan DxP/T di Kebun Lamunti Baru, PT Global Agung Lestari. 







