Kementerian Pertanian telah sukses menyelenggarakan Expert Group Meeting (EGM) on Agriculture Cooperation Indonesia-Colombia di Medan pada 13-14 November lalu. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dr. Ade Chandra, Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri, dan delegasi Kolombia dipimpin oleh Juan Camilo Valencia Gonzalez, Duta Besar Kolombia untuk Indonesia. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Direktorat Jendral Hortikultura, Direktorat Jendral Peternakan, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), dan Balai Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Sumatera Utara, turut hadir dalam acara tersebut sebagai perwakilan delegasi Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari itu dimulai dengan kunjungan lapangan ke Kebun Aek Pancur milik PPKS.

Kegiatan selama kunjungan di Kebun Aek Pancur

Di lapangan, para delegasi mendatangi kebun pohon induk dan bagian produksi benih kelapa sawit. Diskusi berlangsung cukup menarik mengenai tahapan produksi kecambah sawit, mulai dari pemilihan tetua, penyerbukan buatan, hingga pengolahan benih menjadi kecambah siap tanam. Pihak delegasi Kolombia tertarik dengan berbagai macam varietas yang dihasilkan PPKS, termasuk perihal riset OxG Hybrid yang sedang berjalan saat ini. Mereka juga mengunjungi unit produksi pupuk organik PPKS, yaitu Bioneensis. Selanjutnya, para delegasi diajak berkunjung ke Kantor PPKS Medan, khususnya Galeri Riset Kelapa Sawit. Di GRKS, para delegasi dapat melihat produk-produk kelapa sawit hasil riset peneliti PPKS dari hulu hingga hilir. Peneliti PPKS, Dr. M. Ansori Nasution dan Dr. Frisda Rimbun Panjaitan, memberikan presentasi sekilas mengenai B50 dan Nano decALB, teknologi hasil riset PPKS terkini. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan diskusi mengenai kedua topik ini.

Kegiatan pada hari kedua diisi dengan pertemuan resmi para delegasi di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention. Pihak Kolombia memberi kesempatan kepada delegasi Indonesia untuk menyampaikan ide-ide dan rencana kerja sama yang diusulkan. Beberapa komoditas yang menjadi bahan diskusi adalah kakao, kopi, tebu, bunga-bungaan, ternak, dan tentunya kelapa sawit.

Kolaborasi riset bidang kelapa sawit antara Indonesia dan Kolombia yang diusulkan terkait pada pengembangan biodiesel B100, bantuan teknis pengendalian hama/penyakit pada kelapa sawit, dan rencana pertukaran plasma nutfah kelapa sawit untuk memperkaya gene pool di kedua negara. Diharapkan dari kegiatan ini, hubungan bilateral kedua negara semakin erat dan untuk Indonesia sendiri kolaborasi riset di tahun-tahun mendatang semoga semakin memajukan sawit nasional.

Translate »