Perkebunan kelapa sawit rakyat nasional telah mengalami peningkatan yang signifikan dari awal berkembangnya pada tahun 1980-an. Hal ini ditandai dengan peningkatan luas areal yang berkisar 6.175 ha pada tahun 1980 menjadi 4,76 juta ha atau 42% dari total luasan 11,67 juta ha pada tahun 2016 (Dirjenbun, 2015). Perkembangan perkebunan kelapa sawit rakyat tersebut tidak lepas dari peranannya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan daerah. Namun, perkembangan luas areal tersebut tidak sebanding dengan peningkatan kualitas perkebunan kelapa sawit rakyat, ditandai dengan produktivitas nasional perkebunan sawit rakyat yang lebih rendah yaitu sebesar 35% jika dibandingkan dengan perusahaan perkebunan swasta yang mencapai 57% (Dirjenbun, 2015).

PETA

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebagai lembaga riset yang bergerak pada aspek komoditas kelapa sawit memiliki kepeduliaan terhadap perkebunan rakyat nasional. Transfer teknologi dan diseminasi hasil penelitian bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah kelapa sawit nasional, juga terhadap kesejahteraan pekebun, dan masyarakat di sekitar kebun kelapa sawit. Sebagai bentuk kepedulian PPKS terhadap pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan, PPKS membentuk suatu konsep penyuluhan, pembinaan, dan pendampingan kepada pekebun rakyat. Berbagai program dengan konsep mengedepankan transfer teknologi hasil penelitian dari PPKS ke petani swadaya telah dilakukan sejak 2010 hingga saat ini. Kegiatan tersebut meliputi Program Sawit untuk Rakyat (Prowitra), waralaba bibit/varietas/kecambah, ruko outlet, program desa/kebun binaan, dan pembangunan kebun edukasi PPKS. Program-program tersebut diinisiasi oleh PPKS yang sangat peduli pada kesejahteraan petani swadaya dan kemudahan akses petani mendapatkan bahan tanaman unggul kelapa sawit yang berkerja sama dengan institusi terkait baik pemerintah maupun swasta.

PETA

Sumatra Barat sebagai provinsi yang memiliki luas perkebunan rakyat 413.453 ha dengan produktivitas 3,1 kg/ha (Dirjenbun, 2015) memiliki potensi yang tinggi untuk penerapan program kepeduliaan PPKS. Prowitra yang berlangsung di Sumatra Barat sejak 2011 telah memberikan sosialisasi, mengedukasi petani, dan menyalurkan bahan tanaman unggul PPKS di wilayah Pasaman Barat, Dharmasraya, Solok Selatan, Agam, dan kabupaten lainnya. Program Desa Binaan telah diinisiasi sejak Maret 2014 dengan dibangunnya kebun percontohan seluas 5,5 ha di lahan milik petani di Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya dengan prinsip kemitraan dan pendampingan teknis oleh PPKS. PPKS juga bekerjasama dengan Pemkab. Dharmasraya dan Universitas Andalas sejak 2016 berinisiasi membangun kebun edukasi di lahan UPTD Dharmasraya seluas 10 ha. Program pembangunan kebun edukasi bertujuan sebagai kebun percontohan, sarana pelatihan dan penelitian, dan informasi industri bagi petani, akademisi, peneliti, stakeholder, serta masyarakat pekebun rakyat. Program-program tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas perkebunan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatra Barat. (Kontributor berita: RF)

Translate »