Perjalanan panjang kelapa sawit di Indonesia telah berlangsung lebih dari 2 abad lamanya. Sebagai tanaman hasil introduksi dari Afrika, kelapa sawit telah menjadi komoditas utama Indonesia dalam menghasilkan devisa. Kejayaan dan kemampuan bertahan kelapa sawit telah mengungguli penghasil devisa lainnya di Indonesia.

Pertemuan yang dihadiri beberapa bengawan sawit Indonesia untuk mendapatkan informasi tentang Hari Sawit Indonesia yang didukung oleh PPKS

Dengan melihat dan mempertimbangkan sumbangsih kelapa sawit sebagai komoditi unggulan Indonesia, maka tidak salah jika Indonesia memiliki 1 hari istimewa sebagai peringatan tentang tonggak sejarah dimulainya komersialisasi kelapa sawit di Indonesia. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah melakukan penelitian tentang kelapa sawit sejak masa Belanda dan tidak terputus hingga kini. Bersumber dari berbagai informasi tertulis yang masih disimpan di PPKS, maka diusulkan 18 November sebagai Hari Sawit Indonesia.

Penandatanganan Deklarasi Hari Sawit Indonesia pada Sabtu 18 November 2017 di Kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan

Usulan untuk mendeklarasikan 18 November sebagai Hari Sawit Indonesia salah satunya dengan menimbang bahwa pada 18 November 1911 kelapa sawit ditanam secara komersial oleh M. Adrien Hallet di Pulu Raja dan Sei Liput. Pada acara ini hadir di antaranya perwakilan dari DMSI, APKASINDO, GAPKI, MAKSI, GIMNI, dan yang lainnya beserta tokoh-tokoh kelapa sawit Indonesia. Diharapkan untuk selanjutnya Pemerintah RI dapat menetapkan: 18 November sebagai Hari Sawit Indonesia.


Translate »