Pilihan Bahasa : 

Vol. 8 No. 1

1997 Vol 5, No 1 Apr 1997 Vol 5, No 2 Apr 1997 Vol 5, No 3 Apr 1997
1998 Vol 6, No 1 Apr 1998 Vol 6, No 2 Apr 1998 Vol 6, No 3 Apr 1998
1999 Vol 7, No 1 Apr 1999 Vol 7, No 2 Apr 1999 Vol 7, No 3 Apr 1999
2000 Vol 8, No 1 Apr 2000 Vol 8, No 2 Apr 2000 Vol 8, No 3 Apr 2000
2001 Vol 9, No 1 Apr 2001 Vol 9, No 2-3 Apr 2001  
2002 Vol 10, No 1 Apr 2002 Vol 10, No 2-3 Apr 2002  
2003 Vol 11, No 1 Apr 2003 Vol 11, No 2 Apr 2003 Vol 11, No 3 Apr 2003
2004 Vol 12, No 1 Apr 2004 Vol 12, No 2 Agst 2004 Vol 12, No 3 Des 2004
2005 Vol 13, No 1 Apr 2005 Vol 13, No 2 Agstr 2005 Vol 13, No 3 Des 2005
2006 Vol 14, No 1 Apr 2006 Vol 14, No 2 Agst 2006 Vol 14, No 3 Des 2006
2007 Vol 15, No 1 Apr 2007 Vol 15, No 2 Agst 2007 Vol 15, No 3 Des 2007

 

 

Vol. 8 No. 1

 

 

* Pemetaan awal pautan marka RAPD pada pohon elit kelapa sawit tenera

* Pemupukan N, P, K, dan Mg pada tanaman kelapa sawit pada tanah Typic Dystropept di Sumatera Utara

* Degradasi β-karoten dari minyak sawit mentah oleh panas

* Impregnasi kayu kelapa sawit menggunakan resin Pinus merkusii dan asam akrilat 

* Evaluasi perkembangan penerimaan minyak sawit melalui harga bayangannya


 

Pemetaan awal pautan marka RAPD pada pohon elit kelapa sawit tenera
Indra E. Setiyo, Sudarsono, dan Dwi Asmono

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membangun peta pautan antar marka RAPD pada individu elit kelapa sawit tenera dengan strategi pseudo-testeross. Bahan tanaman yang digunakan adalah 70 progeni kelapa sawit hasil persilangan BO 2499 D x BO 903 T dan kedua tetuanya. Sejumlah 169 primer (oligonukleotida 10 basa) ditapis di kedua tetua, 19. Primer di antaranya digunakan untuk genotipe pada populasi pemetaan. Hasil menunjukkan bahwa 19 primer acak mampu menghasilkan 24 lokus marka RAPD yang digunakan untuk rnenentukan genotipe pada populasi pemetaan. Di antara 24 lokus ditemukan 8 lokus yang tidak mengikuti nisbah segregasi mendelian 1:1. Dua lokus terdistrosis yang diamplifikasi dari dua primer sangat mungkin diekspresikan dari lokus homosigus pada individu tetua. Penggunaan marka-marka yang demikian bisa menimbulkan pautuan genetik semu. Analisis pautan dengan skor logaritma odds (LOD) minimum 3,0 dan laju rekombinasi (0) maksimum 0, 25 rnenghasilkan tiga kelompok pautan genetik yang terdiri atas 9 marka dan mencakup jarak peta 113,8 cM. Pada percobaan ini, 13 lokus belum dapat  dipautkan ke dalam kelompok pautan yang ada. Studi lebih lanjut guna mengenali lebih banyak marka diperlukan untuk menghasilkan kelompok pautan yang sama dengan markat diperlukan untuk menghasilkan kelompok pautan yang sama dengan jumlah haploid kromosom kelapa sawit. Kelompok pautan ini nantinya digunakan untuk menentukan markas – markas yang terpaut erat dengan sifat – sifat komersial seperti ketebalan cangkang buah kelapa sawit.

Pemupukan N, P, K, dan Mg pada tanaman kelapa sawit pada tanah Typic Dystropept di Sumatera Utara
R. Sukarji, Sugiyono, dan W. Darmosarkoro

Percobaan pemupukan N,P,K, dan Mg pada tanaman kelapa sawit jenis DxP tahun tanam 1987 telah dilakukan di Sumatera Utara dengan macam tanah Typic Dystropept. Per­cobaan menggunakan rancanagan Jaktoria! 34 tanpa ulangan. Perlakuan merupakan kom­binasi dari tiga taraf dosis pupuk: urea (1,.5; 3,0; 4,5 kg/pohon/tahun), RP (1,5; 3,0; 4,5 kg/pohon/tahun), MOP (1,5; 3,0; 4,5 kg/pohon/tahun), dan kiserit (0,75; 1,50; 2,25 kg/ pohon/tahun). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea dengan dosis 4,5 kg/pohon/tahun nyata meningkatkan produksi TBS dibandingkan dosis RP 1,5 kg/pohore/tahun. Pernberian pupuk N juga meningkatkann jumlah tandan/pohon dan pemberian pupuk P meningkatkan rata-rata bobot tandan, sedangkan pemberian pupuk K dan Mg tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap produksi. Pemberian pupuk N nyata menaikkan rata-rata kadar N pada tahun 1994-1997, namun pemberian pupuk P, K dan Mg tidak membe­rikan pengaruh yang nyata terhadap luas daun pada 1997. Status kadar hara pada tanah di daerah pengawasan pada semua perlakuan pemupukan menunjukkan tingkat yang terendah keeuali unsur hara N berada pada tingkat sedang. Dosis pupuk N,P,K, dan Mg, yang optimum untuk tanaman kelapa sawit umur 8-10 tahun pada macam tanah Typic Dystropept dalam penelitian ini berturut-turut adalah 3,0 kg/pohon/tahun dan 0, 75 kg kiserit/pohon/ tahun.
 

Degradasi β-karoten dari minyak sawit mentah oleh panas
Sahidin, Sabirin Matsjeh, dan Eka Nuryanto

Pada proses pembuatan minyak goreng dari minyak sawit mentah (MSM) kandungan senyawa β-karoten yang terdapat di dalamnya sengaja dihilangkan dengan menggunakan tanah pemucat. Penghilangan β-karoten ini dimaksudkan untuk memperoleh minyak goreng yang jernih dan menghindari terjadinya degradasi /3-karoten oleh panas pada saat minyak goreng tersebut digunakan untuk menggoreng. Senyawa B-karoten dapat terdegradasi oleh panas menghasilkan senyawa-senyawa yang mhdah dan tidak mudah mengarap. Untuk mengarnati senyawa-senyawa yang mudah menguap hasil degradasi B-karoten dilakukan dengan pemanasan  β-karoten pada variasi suhu dan waktu pemanasan. Uap dari senyawa­-senyawa ini dianalisis menggunakan kromatografi gas dan spektroskopi massa. Hasil penelilian menunjukkan bahwa degradasi β-karoten oleh panas menghasilkan 6 jenis senyawa mudah menguap yang utama, yaitu 2-metil heksana, 3-metil heksana, heptana, siklo-oktanona, toluena dan (orto, meta atau para) xilena.

Impregnasi kayu kelapa sawit menggunakan resin Pinus merkusii dan asam akrilat
Purboyo Guritno, Basuki Wirjosentono, Erwinsyah, Mimpin Sitepu, dan Zulkarnain

Kayu kelapa sawit yang tersedia secara terus-menerus dalam skala besar belum dimanfaatkan secara ekonomis sehubung dengan kualitasnya yang rendah, tidak homogen, dan mudah rusak oleh pengaruh cuaca dan serangan serangga. Dalam hal lain, resin yang  dihasilkan dari pohon Pinus merkusii merupakan hasil samping industri kehutanan, dan telah dimanfaatkan dalam pengelolahan kayu untuk bangunan. Sehubung dengan tingginya sumber alternatif pengolahan kayu untuk bangunan. Dalam penelitian ini, kayu kelapa sawit diolah menggunakan reknik impregnasi dengan resin Pinus merkusii (RPM) dalarn berbagai pelarut dan konsentrasi untuk meningkatkan kualitas dan ketahanannya terhadap pengaruh cuaca dan serangga. Asam akrilat (AA) juga ditambahkan untuk meningkatkan interaksi antara matriks resin pengimpregnasi dengan permukaan serat kayu selama proses pemasakan woksida sebagai irtisiator. Karakteristik dari kavu kelapa sawit setelah impregnasi dengan kayu bangunan standar.

Evaluasi perkembangan penerimaan minyak sawit melalui harga bayangannya
Lalang Buana

Harga bayangan minyak sawit mentah didefinisikan sebagai harga terendah dari campuran minyak dengan komposisi asam lemak yang sama seperti minyak sawit. Premium didefinisikan sebagai perbedaan harga aktual dengan harga bayangan. Dalam kajian premium digunakan sebagai indikator penerimaan masyarakat dunia terhadap minyak sawit.  Kajian ini mendapatkan bahwa dalam periode 1988-1999, penerimaan masyarakat dunia terhadap minyak sawit cenderung membaik Yang ditunjukkan oleh premium yang meningtat dengan laju sekitar US $ 9,9/ton/tahun. Pada 1997, terjadi kenaikan premium yang cukup besar yang disebabkan oleh berbagai temuan tentang keunggulan nutrisi minyak sawit dan besar yang disebabkan oleh berbagai temuan tentang keunggulan nutrisi minyak sawit dan kelemahan minyak lainnya serta dihentikannya kampanye anti minyak sawit. Namun pada tahun 1996-1997 dan 1998-1999, terjadi penurunan harga minyak sawit dengan US$ 50/ton.Oleh sebab itu, pengembangan kultur teknis dan teknologi industri yang ramah lingkungan serta promosinya adalah sama pentingnya dengan eksplorasi keunggulan nutrisi minyak sawit dan usaha-usaha penurunan biaya produksi.

 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 325
  • Unique Visitor: 139
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.98
  • Since: 2010-01-10