| Basuki Wirjosentoso, Tjahjono Herawan, Darnoko, Luqman Erningpraja, dan Muhammad Yusuf Hasibuan |
Residu gliserol pabrik biodiesel berbahan baku minyak sawit mentah (CPO) belum dapat dimaqnfaatkan secara optimal karena masih mengandung air dan kotoran lainnya sampai 30%. Proses pemurnian residu gliserol tersebut telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan dan menghasilkan gliserol kualitas komersial dengan kemurnian mencapai 88%. Akan tetapi, nilai ekonomis gliserol komersial tersebut juga tidak menjanjikan yang disebabkan oleh keterbatasan pemanfaatannya , yang berakibat pada rendahnya kelayakan pabrik biodiesel tersebut. Dalam hal lain, bahan plastisiser komersial berbasis minyak mineral, yang terbukti bersifat racun dan karsinogenik, serta tidak terbarukan dan tidak terdegradasi dalam alam, masih digunakan secara luas bahkan untuk berbagai barang yang berhubunga langsung denga makanan dan tubuh manusia, seperti: kemasan, alat-alat memasak, peralatan rumah tangga, mainan anak-anak, serta peralatan kesehatan dan kedokteran. Oleh karena itu, bahan plastisiser yang sehat dan bersahabat dengan lingkungan yang berbasis minyak nabati dan terbarukan, bukan saja layak secara ekonomi tetapi juga merupakan alternatif yang aman daripada plastisiser yang berbasis minyak mineral. Poligliserol telah disiapkan menggunakan bahan baku residu gliserol pada kondisi optimum, yaitu: menggunakan katalis eterifikasi NaOH (2%) pada suhu 200OC selama 120 menit dalam vakum, yang telah meningkatkan angka hidroksil dari 657 menjadi 765 dan berat jenis dari 1,16menjadi 1,24. Kemungkinan struktur : linear, bercabang atau siklis dari hasil poligliserol belum dapat dikonfirmasikan. Hasil eterifikasi ini, kemudian, diesterifikasi dengan asam asetat glasial dan katalis asam sulfat pekat, diekstraksi dalam khloroform dan dianalisis dengan metode spektroskopi inframerah Fourier Transform (FTIR), yang menunjukkan puncak serapan gugus karbonil ester pada 1728 cm-1. Spektra FTIR hasil esterifikasi masih menunjukkan serapan gugus hidroksil pada 3425 cm-1 karena tidak semua gugus hidroksil poligliserol teresterifikasi dengan gugus asetat. Kata kunci: poligliserol, residu pabrik biodiesel, esterifikasi, plastisiser tidak racun, bersahabat dengan lingkungan | Pengujian keefectivan cendawan mikoriza arbuskular terhadap bibit kelapa sawit pada media tanah pmk bekas dan bekas kebun karet | | Elis Kartika | Setiap jenis Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) dapat memiliki keefektifan yang berbeda terhadap bibit kelapa sawit dan jenis tanah di mana bibit tersebut tumbuh. Demikian juga antara jenis CMA dapat bersifat sinergis atau dapat pula bersifat antagonis dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan CMA pada bibit kelapa sawit di media tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) bekas hutan dan bekas kebun karet. Pengujian keefektifan dilakukan terhadap isolat-isolat hasil kultur spora tunggal pada kedua jenis tanah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMA yang memiliki keefektifan tertinggi di media tanah PMK bekas hutan adalah inokulum campuran tiga isolat CMA GlomusAcaulospora sp-3a dan Acaulospora sp-5a; sedangkan di media tanah PMK bekas kebun karet adalah inokulum tunggal CMA Glomus sp-3b. sp-3a. Kata kunci : Karakteristik lahan, gambut, kelapa sawit | Peningkatan unjuk kerja motor diesel menggunakan metode pemanasan dan induksi magnet pada bahan bakar solar | | Bagus Giri Yudanto dan Luqman Erningpraja | Pengujian terhadap unjuk kerja motor diesel yang menggunakan fuel treatment device (FTD) telah dilakukan. FTD terdiri dari pemanas dan magnet yang dipakai untuk memperbaiki kualitas proses pembakaran. Alat tersebut diuji cobakan pada motor diesel Isuzu Panther 2300 cc. Pengujian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar VEDC-Malang. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengevaluasi kinerja FTD yang direkayasa sebelum diproduksi secara masal untuk diaplikasikan pada kendaraan operasional di pabrik kelapa sawit (PKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daya motor naik sekitar 1,14% dan konsumsi bahan bakar spesifik turun sekitar 4,97%. Selaras dengan itu, emisi gas buang juga mengalami penurunan antara lain; HC 8,84%, NOX 89,55%, SO2 466,67%, dan opasitas 0,69%. Kata kunci: Induksi magnet, pemanas, pembakaran, dan motor diesel. | Pemanfaatan berbagai limbah pertanian untuk pembenah media tanam bibit kelapa | Taufiq Caesar Hidayat, G. Simangunsong, Eka Listia dan Iman Yani Harahap |
Media standar untuk pembibitan kelapa sawit adalah tanah top soil yang sangat subur, namun akhir-akhir ini, penggunaan secara terus menerus telah menyebabkan persediaan tanah top soil yang subur menjadi terbatas. Dalam hal ini kami ingin mengganti penggunaan tanah top soil dengan tanah sub soil yang ketersediaannya lebih banyak dibandingkan dengan tanah top soil. Kendalanya tingkat kesuburan tanah sub soil ini sangat rendah dan unsur hara yang tersedia bagi tanaman juga rendah. Beberapa penelitian sebelumnya mengatakan bahwa tanah sub soil yang dikombinasikan dengan bahan organik mampu meningkatkan dan memperbaiki tingkat kesuburannya, sehingga menjadi sesuai jika digunakan sebagai media di pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yaitu tanah sub soil dicampur dengan 8 jenis bahan organik, media sub soil murni dan top soil sebagai pembanding. Bahan organik tersebut adalah jerami padi, sekam padi, limbah teh, kompos dari tandan kosong kelapa sawit, limbah padat dan limbah cair dari pabrik dan top soil murni. Dari beberapa perlakuan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanam yang paling baik itu terdapat pada perlakuan tanah sub soil dan kompos tandan kosong kelapa sawit (8:2), dan yang terendah terdapat pada tanah sub soil yang dicampur dengan sekam padi (3:1). Kata Kunci: Bahan organik, top soil, sub soil, kompos tandan kosong [ Back ] |
|
|
|