| W. Darmosarkoro, H.H. Siregar, B. Budianto, K. Murtilaksono | Research of water balance especially in oil palm plantation requires several instruments that have to record data accurately and continuously. The data needed are rainfall, throughfall, stemflow, soil moisture, percolation, evaporation, surface runoff, and water storage. Computerized data recording is usually gathered by data logger system, and computer can easily download the data. When the research budget is limited and data recording system has to be easier, simplification of devices are then highly needed instead of the data logger system. This paper is shown the practical instruments specification and the data output in determining water budget in oil palm plantation in Rejosari, PT Perkebunan Nusantara VII, Lampung. Key words: instrumentation, water balance, oil palm | Peningkatan produksi kelapa sawit menggunakan material klon | | Gale Ginting dan Diana L. Ginting |
Evaluasi keragaan produksi maupun keragaan vegetatif klon telah dilakukan baik di kebun percobaan maupun kebun komersil. Produksi tandan buah segar klon di kebun percobaan umur 4 s/d 7 tahun rerata 23,08% lebih tinggi dibandingkan tanaman asal benih DxP, sedangkan di kebun komersil kenaikan produksi tandan buah segar klon selama 6 tahun panen rerata lebih tinggi 29,86% dibandingkan tanaman asal semaian DxP. Masalah yang dihadapi adalah adanya tanaman abnormal atau buah mantel di lapangan. Rerata buah mantel di kebun komersil 5,55% dan besarnya persentase bunga mantel bergantung pada usia tanaman. Hasil pengamatan di kebun percobaan BJ 14-S, BJ 26-S, LA 01-S, DS 01-S dan TG 01-S rerata buah mantel klon umur 2 tahun 10,50%, menurun menjadi 7,3% pada umur 4 tahun dan 4,5% pada umur 6 tahun. Pusat Penelitian Kelapa Sawit telah melakukan serangkaian penelitian yang berkaitan dengan penanggulangan masalah abnormalitas tanaman dan pada saat ini telah ditemukan cara baru untuk mengantisipasinya . Kata kunci: Kelapa sawit, klon, buah mantel | Model neraca air di perkebunan kelapa sawit (water balance model in oil palm plantation) | | K. Murtilaksono, H. H. Siregar, W. Darmosarkoro | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model dan perubahan neraca air dari pengaruh teknik konservasi tanah dan air berupa guludan bersaluran dan rorak dengan mulsa vertikal dari keduanya pada perkebunan kelapa sawit. Lokasi penelitian terletak di kebun kelapa sawit Unit Usaha Rejosari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Lampung, di Afdeling III, blok 375, 415, dan 414 disebut blok 1, 2, dan 3 yang secara berurutan merupakan perlakuan guludan bersaluran, kontrol dan rorak. Data harian dan bulanan curah hujan, evaporasi, cucuran tajuk (throughfall), aliran batang (stemflow), intersepsi, debit aliran saluran diperoleh dari peralatan-peralatan yang dipasang di microcatchment di setiap blok penelitian. Secara empiris model neraca air di sekitar perakaran kelapa sawit dapat dirumuskan sebagai berikut : Storage (DS) = P – INTP – OLF – ETP – PERC, dimana (DS) = cadangan air tanah, P = curah hujan, INTP = intersepsi, OLF = aliran permukaan atau surface runoff (total runoff dikurangi baseflow + interflow), ETP = evapotranspirasi (pendugaan berdasarkan data evaporasi), dan PERC = perkolasi. Berdasarkan kajian model perhitungan dan perubahan neraca air maka perlakuan rorak lebih efektif dari pada guludan dalam menunda kekeringan pada kebun kelapa sawit di lokasi penelitian hingga 3.5 bulan dari pada perlakuan guludan hanya 2.5 bulan dari pada tanpa perlakuan konservasi tanah dan air sama sekali. Kata kunci : neraca air, cadangan air tanah, kelapa sawit | Respektif harga minyak sawit tahun 2007 | | A. Kurniawan dan L. Erningpraja | Dalam 9 tahun terakhir ini fluktuasi harga minyak sawit memiliki kecenderungan yang semakin stabil. Besaran fluktuasi harga minyak sawit berkorelasi dengan rasio neraca minyak sawit terhadap minyak hayati pada tahun berjalan. Menggunakan metode backward stepwise regression menyimpulkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh nyata terhadap pembentukan harga adalah rasio stok awal, rasio konsumsi, rasio impor, rasio produksi dan rasio stok akhir. Sedangkan rasio ekspor tidak mimiliki pengaruh nyata terhadap pembentukan harga minyak sawit. Berdasarkan rasio neraca minyak sawit terhadap minyak hayati pada tahun berjalan menunjukkan bahwa respektif harga minyak sawit di tahun 2007 adalah sekitar USD 489,35 per ton CPO cif Eropa atau naik sebesar USD 11,02 per ton CPO cif Eropa dari harga di tahun 2006. Ekspetasi harga minyak sawit untuk 2008-2010 menunjukkan kecenderungan naik yaitu secara berturut-turut sebesar USD 522,97/ton, USD 562,46/ton dan USD 606,76 /ton CPO cif Eropa. Kata kunci: fluktuasi harga, respektif dan ekspektasi harga minyak sawit | Identifikasi proses korosi di sterilizer pabrik kelapa sawit | Bagus Giri Yudanto, Darnoko, dan Bambang Ariwahjoedi |
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan serangan korosi yang terjadi pada material sterilizer, sehingga akan diperoleh deskripsi secara jelas tentang fenomena proses korosi yang terjadi pada material. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memudahkan pengendalian laju korosi di sterilizer. Logam-logam yang diamati dalam penelitian ini ada tiga, yaitu; material pintu sterilizer (PS), rel lori buah (REL), dan lori buah (LR). Sebagai media larutan elektrolit digunakan air kondensat sintetik yang memiliki karakteristik sesuai dengan hasil analisis air kondensat proses sterilisasi kelapa sawit. Pengukuran potensial korosi dalam sistem sel korosi dilakukan dengan menggunakan metode tafel plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam LR memiliki potensial korosi paling tinggi sebesar -495 mV, disusul kemudian logam PS -484 mV dan terakhir logam REL sebesar -457,7 mV. Ini berarti bahwa logam REL lebih mulia dari pada PS dan LR. Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa korosi galvanik sangat potensial untuk berlangsung pada material LR dan PS, akibat hubungan elektrik maupun elektrolitik. Kata Kunci: korosi galvanik, sterilizer, beda potensial, air kondensat [ Back ] |
|
|
|
|