Pilihan Bahasa : 

Jurnal Vol 15 No.1 2007

1997Vol 5, No 1 Apr 1997Vol 5, No 2 Apr 1997Vol 5, No 3 Apr 1997
1998Vol 6, No 1 Apr 1998Vol 6, No 2 Apr 1998Vol 6, No 3 Apr 1998
1999Vol 7, No 1 Apr 1999Vol 7, No 2 Apr 1999Vol 7, No 3 Apr 1999
2000Vol 8, No 1 Apr 2000Vol 8, No 2 Apr 2000Vol 8, No 3 Apr 2000
2001Vol 9, No 1 Apr 2001Vol 9, No 2-3 Apr 2001 
2002Vol 10, No 1 Apr 2002Vol 10, No 2-3 Apr 2002 
2003Vol 11, No 1 Apr 2003Vol 11, No 2 Apr 2003Vol 11, No 3 Apr 2003
2004Vol 12, No 1 Apr 2004Vol 12, No 2 Agst 2004Vol 12, No 3 Des 2004
2005Vol 13, No 1 Apr 2005Vol 13, No 2 Agstr 2005Vol 13, No 3 Des 2005
2006Vol 14, No 1 Apr 2006Vol 14, No 2 Agst 2006Vol 14, No 3 Des 2006
2007Vol 15, No 1 Apr 2007Vol 15, No 2 Agst 2007Vol 15, No 3 Des 2007
2008Vol 16, No 1 Apr 2008  

 

Vol. 15 No.1

 

 

* Practical instrumentation of water balance study in oil palm plantation

* Peningkatan produksi kelapa sawit menggunakan material klon

* Model neraca air di perkebunan kelapa sawit (water balance model in oil palm plantation)

* Respektif harga minyak sawit tahun 2007

* Keragaan Identifikasi proses korosi di sterilizer pabrik kelapa sawit

Practical instrumentation of water balance study in oil palm plantation
W. Darmosarkoro, H.H. Siregar, B. Budianto, K. Murtilaksono
Research of water balance especially in oil palm plantation requires several instruments that have to record data accurately and continuously.  The data needed are rainfall, throughfall, stemflow, soil moisture, percolation, evaporation, surface runoff, and water storage.  Computerized data recording is usually gathered by data logger system, and computer can easily download the data.  When the research budget is limited and data recording system has to be easier, simplification of devices are then highly needed instead of the data logger system.  This paper is shown the practical instruments specification and the data output in determining water budget in oil palm plantation in Rejosari, PT Perkebunan Nusantara VII, Lampung.

Key words: instrumentation, water balance, oil palm

Peningkatan produksi kelapa sawit menggunakan material klon
Gale Ginting dan Diana L. Ginting

Evaluasi keragaan produksi maupun keragaan vegetatif klon telah dilakukan baik di kebun percobaan maupun kebun komersil. Produksi  tandan buah segar klon di kebun percobaan umur 4 s/d 7 tahun rerata 23,08% lebih tinggi dibandingkan tanaman asal benih DxP, sedangkan di kebun komersil kenaikan produksi  tandan buah segar  klon  selama 6 tahun panen  rerata lebih tinggi  29,86% dibandingkan tanaman asal semaian DxP.  Masalah yang dihadapi adalah adanya tanaman abnormal  atau  buah mantel di lapangan.  Rerata buah mantel di kebun komersil 5,55% dan besarnya persentase bunga mantel bergantung pada usia tanaman.  Hasil pengamatan di kebun percobaan  BJ 14-S, BJ 26-S, LA 01-S, DS 01-S dan TG 01-S rerata buah mantel  klon umur 2 tahun  10,50%, menurun menjadi 7,3% pada umur 4 tahun dan 4,5% pada  umur 6 tahun. Pusat Penelitian Kelapa Sawit telah melakukan serangkaian penelitian yang berkaitan dengan  penanggulangan masalah abnormali­tas tanaman  dan pada saat ini telah ditemukan cara baru  untuk mengantisipasinya .

Kata kunci: Kelapa sawit, klon, buah  mantel

Model neraca air di perkebunan kelapa sawit (water balance model in oil palm plantation)
 K. Murtilaksono, H. H. Siregar, W. Darmosarkoro

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model dan perubahan neraca air dari pengaruh teknik konservasi tanah dan air berupa guludan bersaluran dan rorak dengan mulsa vertikal dari keduanya pada perkebunan kelapa sawit.

Lokasi penelitian terletak di kebun kelapa sawit Unit Usaha Rejosari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Lampung, di Afdeling III, blok 375, 415, dan 414 disebut blok 1, 2, dan 3 yang secara berurutan merupakan perlakuan guludan bersaluran, kontrol dan rorak. Data harian dan bulanan curah hujan, evaporasi, cucuran tajuk (throughfall), aliran batang (stemflow), intersepsi, debit aliran saluran diperoleh dari peralatan-peralatan yang dipasang di microcatchment di setiap blok penelitian. 

Secara empiris model neraca air di sekitar perakaran kelapa sawit dapat dirumuskan sebagai berikut : Storage (DS)  =  P – INTP – OLF – ETP – PERC, dimana (DS) = cadangan air tanah, P = curah hujan, INTP = intersepsi, OLF = aliran permukaan atau surface runoff (total runoff dikurangi baseflow + interflow), ETP = evapotranspirasi (pendugaan berdasarkan data evaporasi), dan PERC = perkolasi.

Berdasarkan kajian model perhitungan dan perubahan neraca air maka perlakuan rorak lebih efektif dari pada guludan dalam menunda kekeringan pada kebun kelapa sawit di lokasi penelitian hingga 3.5 bulan dari pada perlakuan guludan hanya 2.5 bulan dari pada tanpa perlakuan konservasi tanah dan air sama sekali.

Kata kunci : neraca air, cadangan air tanah, kelapa sawit
Respektif harga minyak sawit tahun 2007
A. Kurniawan dan L. Erningpraja
Dalam 9 tahun terakhir ini fluktuasi harga minyak sawit memiliki kecenderungan yang semakin stabil. Besaran fluktuasi harga minyak sawit berkorelasi dengan rasio neraca minyak sawit terhadap minyak hayati pada tahun berjalan. Menggunakan metode backward stepwise regression menyimpulkan bahwa variabel yang memiliki pengaruh nyata terhadap pembentukan harga adalah rasio stok awal, rasio konsumsi, rasio impor, rasio produksi dan rasio stok akhir. Sedangkan rasio ekspor tidak mimiliki pengaruh nyata terhadap pembentukan harga minyak sawit.

Berdasarkan rasio neraca minyak sawit terhadap minyak hayati pada tahun berjalan menunjukkan bahwa respektif harga minyak sawit di tahun 2007 adalah sekitar USD 489,35 per ton CPO cif Eropa atau naik sebesar USD 11,02 per ton CPO cif Eropa dari harga di tahun 2006. Ekspetasi harga minyak sawit untuk 2008-2010 menunjukkan kecenderungan naik yaitu secara berturut-turut sebesar USD 522,97/ton, USD 562,46/ton dan USD 606,76 /ton CPO cif Eropa.

Kata kunci: fluktuasi harga,  respektif dan ekspektasi harga minyak sawit

Identifikasi proses korosi di sterilizer pabrik kelapa sawit

Bagus Giri Yudanto, Darnoko, dan Bambang Ariwahjoedi

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan serangan korosi yang terjadi pada material sterilizer, sehingga akan diperoleh deskripsi secara jelas tentang fenomena proses korosi yang terjadi pada material. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memudahkan pengendalian laju korosi di sterilizer. Logam-logam yang diamati dalam penelitian ini ada tiga, yaitu; material pintu sterilizer (PS), rel lori buah (REL), dan lori buah (LR). Sebagai media larutan elektrolit digunakan air kondensat sintetik yang memiliki karakteristik sesuai dengan hasil analisis air kondensat proses sterilisasi kelapa sawit. Pengukuran potensial korosi dalam sistem sel korosi dilakukan dengan menggunakan metode tafel plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam LR memiliki potensial korosi paling tinggi sebesar -495 mV, disusul kemudian logam PS -484 mV dan terakhir logam REL sebesar -457,7 mV. Ini berarti bahwa logam REL lebih mulia dari pada PS dan LR. Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa korosi galvanik sangat potensial untuk berlangsung pada material LR dan PS, akibat hubungan elektrik maupun elektrolitik.

Kata Kunci: korosi galvanik, sterilizer, beda potensial, air kondensat

 

[ Back ]

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 1758
  • Unique Visitor: 623
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.98
  • Since: 2010-01-10