Pilihan Bahasa : 

Jurnal Vol 14 No.3 2006

Vol. 14 No.3

 

 

* The use of laccase gene introns to design specific primer for Ganoderma isolated from oil palm in order to differentiate other Ganoderma

* Studi permasalahan water management pada kebun kelapa sawit menggunakan pendekatan Geographic Information System (Kasus kebun Bentayan, Sumatera Selatan)

* Isolasi, karakterisasi dan pemurnian cendawan mikoriza arbuskular dari dua lokasi perkebunan kelapa sawit (bekas hutan dan bekas kebun karet)

* Analisis kegagalan bottom cone-hydrocyclone pada alat dan mesin pemisah antara inti dan cangkang sawit 

* Keragaan vegetatif, kualitas minyak dan karakter tandan hasil silang balik BC-1 antara Elaeis oleifera x E. guineensis

The use of laccase gene introns to design specific primer for Ganoderma isolated from oil palm in order to differentiate other Ganoderma
Condro Utomo

Evaluation of the primer pairs designed from the nucleotide sequence corresponding to the amino acid sequence ILHCHI of laccase gene as reverse primer Lac 2b 2 (5'GATGTGGCAGTGGAGGAT3') and the introns of laccase gene as forward primer was tested for the specificity for Ganoderma isolated from oil palm. PCR amplification by using primer pairs of Lac 2b 2-Intron 5 (5'TATTCCCTCCTCCCCTGT3') and Lac 2b 2-Intron 2 (5'GAAGGCCTCCAAGACAAG 3') produced a single band with PCR product about 1012 bp and 213 bp for Ganoderma isolated from oil palm and no PCR product any other Ganoderma species tested, indicating that they are species-specific primers for oil palm Ganoderma. The primer pairs Lac 2b 2-Intron 1 (5'AGGGTCCAGGTACAGCAG 3') and Lac 2b 2- Intron 9 (5'CTCATGGTAGT GCGCAG 3') showed no cross-reaction with any other Ganoderma species tested but there were additional bands observed as the results of the random amplification using the primers in several other Ganoderma species Amplification with primer pair Lac 2b 2-Intron 4 (5'GTCCCCTTCGGATAA CAG 3') indicated a cross-reaction by producing a faont band of about 508 bp for G. applanatum BAFC 2552 and applanatum BAFC 2408.

Keywords: specific primer, laccase gene, Ganoderma

Studi permasalahan water management pada kebun kelapa sawit menggunakan pendekatan Geographic Information System (Kasus kebun Bentayan, Sumatera Selatan)
Heri Santoso dan Hasril H. Siregar

Areal pengembangan tanaman kelapa sawit di kebun Bentayan dengan luas areal 5.278 ha terletak pada lahan kering seluas 4.093 ha dan lahan basah seluas 1.185 ha. Jenis tanah yang dijumpai di kebun Bentayan adalah Typic Plinthudults, Typic Dystrudepts, dan Aeric Endoaquepts (red: Alluvial dan Podsolik) dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah-sedang untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Interprestasi peta hasil overlay antara peta kebun hasil digitasi dengan peta kontur yang diturunkan dari data DEM USGS serta survei lapangan dengan GPS menunjukkan bahwa areal yang mempunyai masalah drainase sebenarnya merupakan areal cekungan yang terisi air  yang tidak bisa ke luar (terjebak). Areal cekungan dengan kondisi air terjebak berada ketinggian 13-16 meter di atas permukaan laut (m dpl) dan bisa digolongkan pada ketinggian 17-20 m dpl mempunyai karakteristik permasalahan drainase yang relatif lebih mudah ditangani (kategori ringan) dibandingkan dengan areal pada ketinggian 13-16 m dpl. Areal yang berada pada ketinggian lebih dari 20 m dpl praktis tidak terdapat permasalahan drainase.

Kata kunci: drainase, water management, kelapa sawit.

Isolasi, karakterisasi dan pemurnian cendawan mikoriza arbuskular dari dua lokasi perkebunan kelapa sawit (bekas hutan dan bekas kebun karet)
 Elis Kartika, Sudirman Yahya, dan Sri Wilarso

Setiap rhizosfir suatu tanaman dalam suatu ekosistem memiliki berbagai jenis mikroorganisme termasuk Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA). Masing-masing ekosistem mengandung jenis CMA yang beragam dan untuk mengetahui jenis CMA tersebut perlu diadakan kegiatan isolasi, karakterisasi dan pemurnian  spora CMA. Penelitian ini bertujuan mengiswolasi, mengkarakterisasi dan memurnikan CMA dari dua lokasi perkebunan kelapa sawit yaitu pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) bekas hutan  dan PMK bekas kebun karet. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada setiap jenis tanah hanya ditemukan dua genus CMA yaitu Glomus dan Acaulospora. Jenis CMA di rizosfir kelapa sawit yang ditanam pada kedua jenis tanah tersebut masing-masing diperoleh sembilan jenis CMA yaitu di tanah PMK bekas hutan terdiri dari lima tipe Acaulospora dan empat tipe Glomus dan dua tipe Acaulospora. CMA di rizosfir kelapa sawit yang ditanam pada tanah PMK bekas hutan didominasi oleh jenis Acaulospora, sedangkan di tanah PMK bekas kebun karet didominasi oleh Glomus.

Kata kunci: isolasi, karakterisasi, pemurnian, CMA, PMK

Analisis kegagalan bottom cone-hydrocyclone pada alat dan mesin pemisah antara inti dan cangkang sawit
Bagus G. Yudanto dan Darnoko

Proses fabrikasi elemen mesin melalui teknik pengecoran rentan mengalami cacat yang dapat meningkatkan kegagalan produk sebelum umur pakai tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan yang sering terjadi pada salah satu komponen alat pemisah antara cangkang dan inti sawit, yaitu bottom cone-hydrocyclone. Pengamatan dilakukan menggunakan metode analisis kegagalan (failure analysis) dengan pendekatan secara makro dan mikro. Analisis kegagalan merupakan suatu metode investigasi secara sistematik yang dilakukan untuk mengungkapkan kegagalan yang terjadi pada sebuah obyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya umur pakai bottom cone-hydrocyclone disebabkan karena struktur mikronya yang berbentuk serpihan tajam (flake), cacat volume berupa inklusi, dan permukaan kasar akibat pengerjaan mesin menjadi pemicu utama terdegradasinya permukaan bottom cone secara sporadik. Degradasi permukaan secara sporadik di bawah pengaruh kecepatan aliran fluida, partikel dan gelembung udara yang menhantam permukaan diding bottom cone hingga menyebabkan pitting dan cenderung membentuk alur menuju satu arah ini, diidentifikasi sebagai serangan korosi erosi.

Kata kunci: Analisa Kegagalan, Korosi Erosi, Hydrocyclone.

Keragaan vegetatif, kualitas minyak dan karakter tandan hasil silang balik BC-1 antara Elaeis oleifera x E. guineensis

Hernawan Y. Rahmadi, Nanang Supena, Heri A. Siregar, Sujadi dan A. Razak Purba

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan tanaman kelapa sawit unggul yang mempunyai kandungan CPO sekaligus ALTJ yang tinggi serta keragaan vegetatif yang kompak. Dari hasil pengamatan tanaman BC-1 diketahui bahwa pertumbuhan meninggi dan panjang pelepah BC-1 lebih lambat dan pendek dibandingkan tetua E. guineensis-nya. Pada umur 16 tahun persilangan C tinggi tanaman dan panjang pelepahnya hanya mencapai 497,13 dan 430,73 cm. Kualitas minyak BC-1 juga masih lebih baik dibandingkan tetua E. guineensis-nya, rasio kandungan ALJ dan ALTJ persilangan C mencapai 48,97% dan 50,94%. Dari persilangan C ini diperoleh empat individu yang memiliki performa terbaik dan potensial menjadi kandidat varietas kelapa sawit yang kompak. Dari hasil pengamatan karakter tandan diketahui bahwa bentuk tandan dan buah BC-1 lebih lonjong serta durinya lebih pendek dibanding varietas DP La Me, Yangambi dan Simalungun.

Kata kunci: keragaan vegetatif, kualitas minyak, silang balik, E.guineensis, E.oleifera.

 

[ Back ]

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 12192
  • Unique Visitor: 3102
  • Registered Users: 13
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.100
  • Since: 2010-08-18