Pilihan Bahasa : 

Warta Vol 13 No.3 2005

2005Vol 13, No 1 Feb 2005Vol 13, No 2 Juni 2005Vol 13, No 3 Oktober 2005 
2004Vol 12, No 1 Feb 2004Vol 12, No 2-3 Okt 2004 
2003Vol 11, No 1 Feb 2003Vol 11, No 2-3 Okt 2003 
2002Vol 10, No 1 Feb 2002Vol 10, No 2-3 Okt 2002 
2001Vol 9, No 1 Feb 2001Vol 9, No 2 Juni 2001Vol 9, No 3 Okt 2001
* Trend Produksi Kelapa Sawit Di Dataran Tinggi (Kasus Kebun Bah Birung Ulu, Sumatera Utara)

 

* Deterioration Of Bleachability Index (DOBI)

 

* Kemajuan Penelitian Untuk Mendapatkan Bahan Tanaman Kelapa Sawit Berkadar Asam Lemak Tidak Jenuh Tinggi

 

* Prospek Rekayasa Genetika Pada Tanaman Kelapa Sawit

 

 

 

Trend Produksi Kelapa Sawit Di Dataran Tinggi (Kasus Kebun Bah Birung Ulu, Sumatera Utara)
G.Simangunsong , Taufiq C. Hidayat dan Hasril H. Siregar

 

   Secara komersial perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada dataran tinggi (altitude > 600 meter di atas permukaan laut (m dpl) mulai dilakukan pada tahun 1996 di kebun Bah Birung Ulu, Sumatera Utara. Penanaman kelapa sawit di dataran tinggi sampai dengan 850 m dpl dimungkinkan karena factor pembatasan utama telah berubah yaitu terjadi peningkatan rerata temperature udara minimum menjadi > 180 C sejak tahun 1990, namun temperature minimum bulanan <180 C masih berpeluang terjadi pada bulan Desember-Januari. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap trend produksi kelapa sawit di dataran tinggi karena kendala “strees temperature udara rendah”. Tulisan ini mengemukakan trend produksi serta beberapa aspek yang berkaitan dari pertanaman kelapa sawit tahun tanam 1996 dengan luas 443 ha pada altitude 650-825 m dpl di kebun Bah Birung Ulu.

 

 Deterioration Of Bleachability Index (DOBI)

 

Donald Siahaan

 

   Kelapa sawit telah menjadi komoditas strategis dalam industri besar dalam pengembangan Indonesia. Perannya sangat besar dalam pengembangan wilayah, industri, social, ekonomi, budaya dan terlebih ketahanan pangan nasional. Luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia pada 2005 telah melebihi 5 juta ha dan produksi CPO diperkirakan melampui 13 juta ton. Karenanya, Indonesia mempunyai peran penting dalam penyediaan minyak nabati dunia berasal dari minyak sawit Indonesia.
Kemajuan Penelitian Untuk Mendapatkan Bahan Tanaman Kelapa Sawit Berkadar Asam Lemak Tidak Jenuh Tinggi

 

Subronto, Dwi Asmono dan A. Razak Purba

 

Perbanyakan kelapa sawit yang memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh (ALTJ) tinggi sangat penting ditingkat jumlahnya mengingat bahwa asam-asam lemak asensial berada dalam kelompok asam lemak ini. Bahan tanaman kelapa sawit yang memiliki kandungan ALTJ tinggi lebih menguntungkan ditinjau dari segi ekonomi dan menjadi sumber utama untuk bahan makanan sehat. Adanya keragaman dalam komposisi asam-asam lemak dari berbagai origin dan spesies tanaman kelapa sawit memberi peluang untuk meningkatkan mutu minyak sawit. Silang balik antara Elaeis guineensis dengan hibrida antar spesies Elaeis oleifera x Elaies guineensis dapat meningkatkan mutu minyak dan komponen hasil. Dari delapan persilangan yang diamati ada dua persilangan yang memberikan prospek untuk dapat diperbanyak melalui perbanyakan secara in-vitro.

 

Prospek Rekayasa Genetika Pada Tanaman Kelapa Sawit

Condro Utomo dan Daisy Tambajong

Rekayasa genetika pada tanaman kelapa sawit dititik-beratkan untuk menghasilkan bahan tanaman tahan Ganoderma, minyak kelapa sawit dengan nilai tambah tinggi maupun produk baru berupa plastic ramah lingkungan. Ketahanan bahan tanaman terhadap Ganoderma diharapkan diperoleh melalui introduksi gen stilbene synthase berasal dari tanamananggur atau gen kitinase yang berasal dari jamur Trichoderma harzianum. Target penting di bidang asam lemak mengacu pada perubahan komposisi asam lemak dengan jalan meningkatkan molekuler yang digunakan untuk mengubah komposisi tersebut asam palmitat. Metode pendekatan molekuler yang digunakan untuk mengubah komposisi tersebut mengarah pada lebih diaktifkannya enzim palmitoyl ACP thioesterase. Pembentukan senyawa polihidroksibutirat (PHB) pada kelapa sawit merupakan salah satu produk baru yang diharapkan dari tanaman transgenic kelapa sawit. Senyawa PHB merupakan bahan pembuat plastik ramah lingkungan yang disintesa melalui proses fermentasi bakteri. Introduksi gen bakteri penghasil PHB ke dalam kelapa sawit memungkinkan kelapa sawit berpotensi menghasilkan senyawa PHB yang efisien.

Rekayasa genetika pada tanaman kelapa sawit dititik-beratkan untuk menghasilkan bahan tanaman tahan Ganoderma, minyak kelapa sawit dengan nilai tambah tinggi maupun produk baru berupa plastic ramah lingkungan. Ketahanan bahan tanaman terhadap Ganoderma diharapkan diperoleh melalui introduksi gen stilbene synthase berasal dari tanamananggur atau gen kitinase yang berasal dari jamur Trichoderma harzianum. Target penting di bidang asam lemak mengacu pada perubahan komposisi asam lemak dengan jalan meningkatkan molekuler yang digunakan untuk mengubah komposisi tersebut asam palmitat. Metode pendekatan molekuler yang digunakan untuk mengubah komposisi tersebut mengarah pada lebih diaktifkannya enzim palmitoyl ACP thioesterase. Pembentukan senyawa polihidroksibutirat (PHB) pada kelapa sawit merupakan salah satu produk baru yang diharapkan dari tanaman transgenic kelapa sawit. Senyawa PHB merupakan bahan pembuat plastik ramah lingkungan yang disintesa melalui proses fermentasi bakteri. Introduksi gen bakteri penghasil PHB ke dalam kelapa sawit memungkinkan kelapa sawit berpotensi menghasilkan senyawa PHB yang efisien.
 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 12782
  • Unique Visitor: 3190
  • Registered Users: 13
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.103
  • Since: 2010-08-18