Pilihan Bahasa : 

Jurnal Vol 13 No.1 2005

1997 Vol 5, No 1 Apr 1997 Vol 5, No 2 Apr 1997 Vol 5, No 3 Apr 1997
1998 Vol 6, No 1 Apr 1998 Vol 6, No 2 Apr 1998 Vol 6, No 3 Apr 1998
1999 Vol 7, No 1 Apr 1999 Vol 7, No 2 Apr 1999 Vol 7, No 3 Apr 1999
2000 Vol 8, No 1 Apr 2000 Vol 8, No 2 Apr 2000 Vol 8, No 3 Apr 2000
2001 Vol 9, No 1 Apr 2001 Vol 9, No 2-3 Apr 2001  
2002 Vol 10, No 1 Apr 2002 Vol 10, No 2-3 Apr 2002  
2003 Vol 11, No 1 Apr 2003 Vol 11, No 2 Apr 2003 Vol 11, No 3 Apr 2003
2004 Vol 12, No 1 Apr 2004 Vol 12, No 2 Agst 2004 Vol 12, No 3 Des 2004
2005 Vol 13, No 1 Apr 2005 Vol 13, No 2 Agstr 2005 Vol 13, No 3 Des 2005
2006 Vol 14, No 1 Apr 2006 Vol 14, No 2 Agst 2006 Vol 14, No 3 Des 2006
2007 Vol 15, No 1 Apr 2007 Vol 15, No 2 Agst 2007 Vol 15, No 3 Des 2007

 

 

Vol. 13 No.1

* Pengurangan Populasi Larva ORYCTES RHINOCEROS Pada Sistem Lubang Tanam Besar

* Pengelolaan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Dalam Menghadapi Berbagai Isu Dan Aturan Lingkungan

* Viabilitas Bioaktivator Jamur TRICHODERMA KONINGII Pada Media Tandan Kosong Kelapa Sawit

* Desain Rock Filters Sebagai Palishing Unit Kolam Stabilisasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (Penelitian Tahap I)

* Perencanaan Wilayah Berbasis Kelapa Sawit, Visi, Misi, dan Tantangan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Pengurangan Populasi Larva ORYCTES RHINOCEROS Pada Sistem Lubang Tanam Besar
Agus Susanto, A.P. Dongoran, Fahridayanti, A.F. Lubis, A. Prasetyo

Oryctes rhinoceros merupakan hama utama yang menyerang tanaman kelapa sawit di Indonesia, khususnya di areal replanting kelapa sawit. Masalah kumbang tanduk saat ini semakin bertambah dengan adanya aplikasi tandan kosong di gawangan maupun pada sistem lubang tanam besar. Aplikasi jamur Metarhizium anisopliae pada lubang tanam besar ini mempunyai peluang yang besar karena lingkungan yang teduh dibandingkan pada areal replanting dan penetrasi ke dalam tandan kosong kelapa sawit relatif mudah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dosis 20 gram/m2 dapat mengendalikan larva O. rhinoceros pada mulsa TKS di gawangan mati. Jamur mudah diperbanyak dan diformulasikan dalam bentuk larva O. rhinoceros. Dari hasil penelitian aplikasi jamur M. anisopliae di sistem lubang tanam besar persentase kematian larva O. rhinoceros yang diperoleh dapat mencapai 100% pada 7 minggu setelah aplikasi di tandan kosong kelapa sawit pada sistem lubang tanam besar. Cara mengaplikasikan jamur M. anisopliae di TKS masih membutuhkan hand-picking dan mengaduk-aduk media pada awalnya untuk meningkatkan keefektifannya. Keefektifan aplikasi jamur M. anisopliae ini juga didukung adanya peran kumbang O. rhinoceros dalam penyebaran jamur ini. Dengan demikian pemanfaatan TKS pada sistem lubang tanam besar masih dapat dilanjutkan, tanpa adanya resiko peningkatan populasi dari larva O. rhinoceros.

Pengelolaan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Dalam Menghadapi Berbagai Isu Dan Aturan Lingkungan
Luqman Erningpraja dan Roby Fauzan

Limbah industri kelapa sawit baik limbah cair, padat, maupun gas berpotensi merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat dampak polusi yang ditimbulkan oleh kegiatan industri kelapa sawit, sistem pengendalian dampak lingkungan yang menyeluruh dibutuhkan dalam setiap rangkaian kegiatan, termasuk pengelolaan limbah. Langkah tersebut diikuti dengan minimalisasi limbah pada sumbernya. Permasalahan-permasalahan dalam rekayasa dan manajemen limbah cair merupakan isu lingkungan penting yang dihadapi industri kelapa sawit. Para praktisi dan peneliti sekarang ini harus memperhatikan sejumlah kriteria dan prinsip yang diajukan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Konsekuensinya, perbaikan teknologi dalam pengelolaan limbah cair kelapa sawit harus memperhatikan kriteria keekonomian dan finansial, sejalan dengan aspek perlindungan lingkungan. Penentuan baku mutu sebaiknya berdasarkan ternologi paling ekonomis yang dapat memenuhi baku mutu yang ada (konsep Best Available Technology Economically Achievable). Teknologi konvensional jangan dipandang sebagai teknologi kuno dan ketinggalan zaman, akan tetapi harus diperbaiki terus menerus untuk meningkatkan keunggulannya terhadap ‘teknologi canggih’ dan mengurangi kelemahan-kelemahannya. Kesederhanaan, keekonomisan dan sifat pengolahan alaminya harus diapresiasi secara proporsional.

Viabilitas Bioaktivator Jamur TRICHODERMA KONINGII Pada Media Tandan Kosong Kelapa Sawit
Agus Susanto, A.E. Praseto, FAhridayanti, A.F.Lubis, A.P. Dongoran

Jamur Trichoderma spp. merupakan salah satu agens antagonis yang banyak digunakan sebagai bioaktivator maupun biokontrol penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit yang disebabkan oleh G. boninense. Jamur ini berkembang baik pada bahan organik. Salah satunya adalah tandan kosong kelapa sawit yang sering diaplikasikan petani pada pertanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas T. koningii isolat MR-14 dalam media kompos tandan kosong kelapa sawit dan kemampuannya dalam menghambat patogen G. boninense secara in vitro dan sebagai pupuk organik di pembibitan pre nursery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah spora T. koningii dalam media kompos pada konsentrasi 5% masih diatas 106 spora/gram kompos dengan umur inkubasi 4 bulan sehingga menjadi konsentrasi terbaik sebagai biofungisida. T. koningii juga mampu menghambat pertumbuhan G. boninense sampai 90% secara in vitro. Sedangkan aplikasi kompos dicampur dengan isolat T. koningii pada perbandingan kompos dan tanah 50%:50% memberikan hasil terbaik pada pembibitan pre nursery dengan rata-rata tinggi tanaman 16,8 cm dan jumlah pelepah 3,17 daun.

Desain Rock Filters Sebagai Palishing Unit Kolam Stabilisasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (Penelitian Tahap I)
Luqman Erningpraja, Roby Fauzan, Vita Dhian Lelyana, Henny Lydyasari

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain saringan batu (rock filters) untuk polishing unit efluen kolam stabilisasi limbah cair pabrik kelapa sawit. Penelitian menggunakan 4 bak saringan batu berukuran panjang 65 cm, lebar 45 cm, dan dalam 45 cm dan volume efektif cairan 110 L. Sistem pengaliran upflow dengan pompa peristaltik dan umpan diambil langsung dari kolam fakultatif terakhir (kolam alga) PKS Bah Jambi dengan pompa ke bak penampung secara kontinu yang kemudian diteruskan oleh pompa peristaltik ke bak saringan batu. Material menggunakan batu mangga ukuran 10 – 15 cm dan ukuran 30 – 50 mm. Pada penelitian awal ini digunakan variasi Hydraulic Loading Rates (HLR) 0,50/hari ; 0,75/hari ; 1,00/hari ; 1,25/hari dan 1,50/hari tanpa perendaman awal. Dari hasil penelitian, penyisihan maksimal didapat pada HLR 0,50/hari. Pada HLR 0,50/hari untuk batu mangga didapat rata – rata penyisihan COD 16,7 %, BOD 11,83 % dan TSS 12,4%, sedangkan untuk batu pecah ukuran 30 – 50 mm didapat rata – rata penyisihan COD 30,19%, BOD 19,84%, dan TSS 18,71%. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada HLR 1,25/hari dan 1,50/hari diperoleh hasil penyisihan negatif. Penelitian perlu dilanjutkan untuk variasi batu yang lebih kecil sehingga diameter rongga antar batu lebih kecil pula. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian pembanding dengan menggunakan bak yang telah direndam selama 1 – 2 bulan.

Perencanaan Wilayah Berbasis Kelapa Sawit, Visi, Misi, dan Tantangan Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Ridwan Sutriandi, Luqman Erningpraja, Roby Fauzan, Emenda Semiring

Pengembangan komoditas tidak terlepas dari konteks perencanaan wilayah dan lingkungan. Kelapa sawit, sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia, menghadapi sejumlah tantangan yang harus dihadapi seiring dengan otonomi daerah, isu – isu lingkungan dan konversi lahan, maupun pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Untuk itu, perencanaan pengembangan wilayah harus dilakukan secara terintegrasi, dengan menganalisis potensi dan masalah yang ada serta mengimplementasikannya dalam konteks rencana tata ruang dan wilayah setempat. Permasalahan utama yang harus dibenahi untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan adalah faktor penyediaan bibit berkualitas, budaya kerja, dan kultur teknis. Untuk mempersiapkan industri dan pelaku industri sawit dalam memenuhi ketentuan-ketentuan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), maka Indonesia harus bersiap-siap membenahi terlebih dahulu ketiga faktor utama tersebut di atas selain faktor lingkungan dan teknologi pengolahan. Sosialisasi kultur teknis harus dilakukan secara intensif kepada para petani. Aspek hulu yang perlu diperhatikan adalah pengembangan bahan tanaman berkualitas sesuai jenis pengguna dan jenis tanah dan iklim yang ada. Pengembangan industri hilir kelapa sawit dalam negeri akan memperluas pasar produk CPO dan merupakan kunci penstabilan harga komoditas kelapa sawit. Perumusan visi-misi serta strategi pengembangan perkebunan serta industri kelapa sawit yang berkelanjutan merupakan acuan awal pengkajian persiapan kebijakan penerapan RSPO untuk industri kelapa sawit Indonesia serta konsep desain kawasan agropolitan. Penerapan prinsip – prinsip RSPO harus dievaluasi secara hati – hati oleh pihak – pihak yang terkait di Indonesia dan kelemahan kultur teknis petani harus menjadi perhatian pemerintah.

 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 2216
  • Unique Visitor: 757
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.95
  • Since: 2010-01-10