Pilihan Bahasa : 

Jurnal Vol 12 No.2 2004

1997 Vol 5, No 1 Apr 1997 Vol 5, No 2 Apr 1997 Vol 5, No 3 Apr 1997
1998 Vol 6, No 1 Apr 1998 Vol 6, No 2 Apr 1998 Vol 6, No 3 Apr 1998
1999 Vol 7, No 1 Apr 1999 Vol 7, No 2 Apr 1999 Vol 7, No 3 Apr 1999
2000 Vol 8, No 1 Apr 2000 Vol 8, No 2 Apr 2000 Vol 8, No 3 Apr 2000
2001 Vol 9, No 1 Apr 2001 Vol 9, No 2-3 Apr 2001  
2002 Vol 10, No 1 Apr 2002 Vol 10, No 2-3 Apr 2002  
2003 Vol 11, No 1 Apr 2003 Vol 11, No 2 Apr 2003 Vol 11, No 3 Apr 2003
2004 Vol 12, No 1 Apr 2004 Vol 12, No 2 Agst 2004 Vol 12, No 3 Des 2004
2005 Vol 13, No 1 Apr 2005 Vol 13, No 2 Agstr 2005 Vol 13, No 3 Des 2005
2006 Vol 14, No 1 Apr 2006 Vol 14, No 2 Agst 2006 Vol 14, No 3 Des 2006
2007 Vol 15, No 1 Apr 2007 Vol 15, No 2 Agst 2007 Vol 15, No 3 Des 2007

 

 

Vol. 12 No. 2

 

 

* Pengembangan Teknik Differential Scanning Calorimatric untuk Analisis Kontaminan Minyak Sawit dan Produknya

* Studi Pendahuluan Pemanfaatan Asam Lemak Sawit Distilat sebagai Bahan Baku Minyak Dasar Pelumas

* Sifat Fisik, Mekanik dan Daya Pelapukan Polipot Tandan Kosong Sawit

* Variasi Waktu Antara Pecah Seludang dan Analis Bunga Kelapa Sawit

* Studi Awal Kualitas Minyak Goreng Kelapa Sawit pada Penggorengan Berulang Produk Tertentu

Pengembangan Teknik Differential Scanning Calorimatric untuk Analisis Kontaminan Minyak Sawit dan Produknya
Tri Haryati, Donald Siahaan dan Kamariah Long

Kesadaran atas keamanan pangan produk sawit meningkat belakangan ini. Antisipasi metode analisis untuk menjamin keamanan pangan perlu dilakukan. Salah satu bahan aditif penting yang digunakan dalam olein dan shortening (produk pangan utama dari minyak sawit) adalah antioksidan sintetik. Penggunaan antioksidan sintetik tidak boleh melebihi 200 ppm karena dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan manusia. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh metode analisis antioksidan pada olein dan shortening dengan metode yang lebih cepat namun tetap akurat dan tidak menggunakan pelarut organik. Metode differential scanning calorimetry (DSC) merupakan salah satu jawaban atas persoalan tersebut. Analisis dilakukan dengan metode standar menggunakan HPLC dan pengembangan teknik dengan metode DSC. Pengembangan teknik DSC untuk analisis antioksidan yang terkandung dalam olein dan shortening melalui tahapan (i) Uji konsistensi, dilakukan untuk melihat konsistensi dari variabel yang akan digunakan sebagai indikator dalam menentukan kandungan antioksidan, (ii) membangun persamaan standar dengan menggunakan variabel DSC yang konsisten (diperoleh dari tahapan i) sebagai variabel bebas, sedangkan nilai yang diperoleh dengan metode standar digunakan sebagai variabel tidak bebas, (iii) verifikasi, dilakukan untuk melihat tingkat ketepatan dari metode DSC yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan kandungan antioksidan berdasarkan persamaan standar yang menggunakan variabel-variabel relatif konsisten (koefisien keragaman dibawah 10%) baik pada kromatogram HPLC maupun pada termogram DSC pendinginan dan pemanasan. Kandungan antioksidan dalam olein dan shortening dengan alat HPLC, masing-masing dapat diduga melalui persamaan standar Y = 0.00042 X (r = 0.992) untuk sampel olein, dan Y = 0.00084 X (r = 0.985) untuk sampel shortening; dimana Y adalah konsentrasi antioksidan dan X adalah luas area puncak yang muncul pada kromatogram HPLC. Kandungan antioksidan dalam olein dengan alat DSC dapat diduga melalui persamaan standar Y = -516.864 + 0,018 X1 (r = 0.92) atau Y = -134,002 – 0,013 X2 (r = 0,92) dimana Y adalah konsentrasi antioksidan dan X1 adalah besaran energi pada termogram pemanasan, sedangkan X2 adalah besaran energi pada termogram pendinginan. Kandungan antioksidan dalam shortening dengan alat DSC dapat diduga melalui persamaan Y = 416 + 0,009 X1 (r = 0,89) atau Y = 713 + 0,023 X (r = 0,90) dimana Y adalah konsentrasi antioksidan dan X1 adalah besaran energi puncak pada suhu – 1,5C, sedangkan X2 adalah besaran energi pada suhu 23,5 C dari termogram pendinginan. Uji korelasi antara metode HPLC dan DSC sangat tinggi sehingga menunjukkan bahwa metode DSC terverifikasi untuk digunakan dalam analisis antioksidan pada olein dan shortening.Kelebihan teknik DSC dalam menduga kandungan antioksidan dalam olein dan shortening antara lain memerlukan waktu yang relatif singkat yaitu 38 menit, tidak menggunakan pelarut, relatif aman bagi teknisi dan ramah lingkungan.

Studi Pendahuluan Pemanfaatan Asam Lemak Sawit Distilat sebagai Bahan Baku Minyak Dasar Pelumas
Tjahjono Herawan, Renni Yuliasari, Purboyo Guritno dan Handaka

Pada saat ini minyak pelumas yang beredar di pasar umumnya mengunakan bahan baku yang berasal dari turunan minyak bumi. Ketersediaan minyak bumi sangat terbatas dan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Minyak pelumas dari minyak nabati telah dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan. Pada umumnya minyak pelumas tersebut disintesis dari ester asam lemak dengan rantai karbon antara C6 – C22. Minyak dasar pelumas telah berhasil disintesis dari asam lemak sawit distilat. Minyak dasar pelumas tersebut mempunyai karakteristik yang mendekati karakteristik pelumas konvensional terutama M-SAE 10, yaitu viskositas pada 40 oC sebesar 25 – 35 cSt, viskositas indeks 138 – 196 serta flash point 198 - 209 oC. Namun minyak dasar pelumas tersebut mempunyai nilai pour point antara 8 – 15 oC.

Sifat Fisik, Mekanik dan Daya Pelapukan Polipot Tandan Kosong Sawit
Erwinsya

Polibeg plastik biasa digunakan sebagai kantong tempat media tumbuh bibit kelapa sawit di pembibitan. Kebutuhan polibeg untuk satu hektar kebun kelapa sawit sebanyak 200 lembar. Dengan rata-rata pertambahan areal perkebunan kelapa sawit sebesar 100.000 ha/tahun, maka akan dibutuhkan 20 juta lembar atau 100 ton kantong plastik mini. Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia menyebabkan harga kantong plastik mengalami kenaikan sebesar 180 – 200%. Di lain pihak tandan kosong sawit merupakan hasil samping pabrik kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai sumber serat untuk produk berbasis serat. Pemanfaatan tandan kosong sawit masih terbatas, sementara jumlahnya melimpah dan berkesinambungan sehingga perlu upaya memanfaatkan hasil samping ini untuk meningkatkan nilai tambah. Pemanfaatan tandan kosong sawit sebagai bahan baku polipot telah dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi masalah kelangkaan polibeg. Polipot tandan kosong sawit adalah suatu kantong yang terbuat dari tandan kosong sawit yang diuraikan dan dibentuk dengan proses sistem kempa dingin seperti polibeg dan dapat digunakan sebagai media tumbuh tanaman di pembibitan kelapa sawit.

Variasi Waktu Antara Pecah Seludang dan Analis Bunga Kelapa Sawit
Sjafrul Latif dan Subronto

Telah dilakukan pengamatan perkembangan bunga dari empat persilangan kelapa sawit yang ditanam di kebun percobaan Sei Pancur. Bunga diamati sejak mulai pecah seludang hingga bunga mencapai stadia antesis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keragaan lamanya waktu yang diperlukan suatu jenis persilangan untuk mencapai masa antesis. Penelitian dilakukan dalam upaya meningkatkan daya kecambah benih, yang salah satu tahapannya antara lain melakukan pembungkusan berdasarkan masa antesis bunga yang bersangkutan. Pengamatan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara satu persilangan dengan persilangan lainnya. Lamanya waktu sejak bunga pecah seludang hingga antesis sangat dipengaruhi oleh jenis persilangan. Pada perkawinan sendiri (selfing), waktu tersebut sangat menyebar mulai empat hari hingga 32 hari pada persilangan DyxDy, sementara pada persilangan DxD bunga antesis setelah 10 hingga 32 hari sejak bunga pecah seludang.

Studi Awal Kualitas Minyak Goreng Kelapa Sawit pada Penggorengan Berulang Produk Tertentu
Donald Siahaan, Sabarida Silalahi, dan Makmur Effendy Siregar

Minyak kelapa sawit telah menjadi minyak goreng dominan bagi konsumen rumah tangga dan konsumen industri di Indonesia. Kebanyakan menggoreng dilakukan dengan cara deep frying yang sering digunakan berulang. Perubahan fisikokimia selama penggorengan berulang cara deep frying pada minyak sawit telah diteliti. Stabilitas hidrolitik dan oksidatif minyak goreng yang digunakan berulang hingga 40 kali pada penggorengan deep frying suhu 150oC masih baik. Secara detail pemenuhan karakteristik stabilitas sebagai berikut: bau minyak goreng awal maupun minyak goreng bekas relatif normal, tidak memberi off flavor, titik asap cukup jauh dari batas 180oC mengindikasikan kemampuannya mengurangi efek yang tidak menyenangkan pada produk goreng dan kualitas minyak goreng bekas, kandungan senyawa polar relatif dapat ditolerir karena tidak cukup berarti mengganggu kualitas produk yang digoreng dan kepraktisan proses clean-up peralatan menggoreng, bilangan peroksida yang masih jauh di bawah 125 mek/kg dan bilangan anisidin yang masih dapat ditoleransi. Secara umum, minyak goreng dapat digunakan hingga 40 kali penggorengan berulang tanpa menyebabkan perubahan drastik stabilitas hidrolitik dan oksidatif yang melebihi ambang yang diperkenankan. Malahan, minyak goreng kelapa sawit diprediksi dapat digunakan hingga 88 kali penggorengan bila dilihat dari stabilitas hidrolitik bahkan hingga 129 kali pengulangan bila stabilitas hidrolitik diabaikan.

 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 1431
  • Unique Visitor: 514
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.96
  • Since: 2010-01-10