Pilihan Bahasa : 

Jurnal Vol 12 No.1 2004

1997 Vol 5, No 1 Apr 1997 Vol 5, No 2 Apr 1997 Vol 5, No 3 Apr 1997
1998 Vol 6, No 1 Apr 1998 Vol 6, No 2 Apr 1998 Vol 6, No 3 Apr 1998
1999 Vol 7, No 1 Apr 1999 Vol 7, No 2 Apr 1999 Vol 7, No 3 Apr 1999
2000 Vol 8, No 1 Apr 2000 Vol 8, No 2 Apr 2000 Vol 8, No 3 Apr 2000
2001 Vol 9, No 1 Apr 2001 Vol 9, No 2-3 Apr 2001  
2002 Vol 10, No 1 Apr 2002 Vol 10, No 2-3 Apr 2002  
2003 Vol 11, No 1 Apr 2003 Vol 11, No 2 Apr 2003 Vol 11, No 3 Apr 2003
2004 Vol 12, No 1 Apr 2004 Vol 12, No 2 Agst 2004 Vol 12, No 3 Des 2004
2005 Vol 13, No 1 Apr 2005 Vol 13, No 2 Agstr 2005 Vol 13, No 3 Des 2005
2006 Vol 14, No 1 Apr 2006 Vol 14, No 2 Agst 2006 Vol 14, No 3 Des 2006
2007 Vol 15, No 1 Apr 2007 Vol 15, No 2 Agst 2007 Vol 15, No 3 Des 2007

 

 

Vol. 12 No. 1

 

 

* Pengaruh jenis dan konsentrasi perekat terhadap sifat fisik dan mekanik papan partikel dari tandan kosong sawit

* Keragaan dan produktifitas klon kelapa sawit asal kultur jaringan di Sumatera bagian Utara

* Transesterification of palm kernel oil with Dialkyl Carbonates using Lipase As Biocatalyst

* Pengembang Sosial Ekonomi Regional Melalui Pengusahaan Perkebunan Kelapa Sawit. Studi kasusu Kabupaten Kampar, Propinsi Riau

* Industri kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia dari sisi ekonomi makro serta kaitannya dengan Program Penelitian dan Pengembangan

Pengaruh jenis dan konsentrasi perekat terhadap sifat fisik dan mekanik papan partikel dari tandan kosong sawit
Erwinsyah

Kebutuhan terhadap barang-barang yang terbuat dari papan partikel semakin meningkat dan bervariasi, seperti perkakas rumah tangga, furnitur, meja belajar, meja komputer, dinding penyekat, dan peredam suara. Papan partikel merupakan salah satu produk industri perkayuan yang memiliki prospek cukup baik di masa mendatang. Umumnya bahan baku papan partikel berasal dari sisa pengolahan kayu di industri penggergajian, sehingga tidak memerlukan persyaratan kualitas bahan baku yang tinggi. Seiring dengan peningkatan industri perkayuan di Indonesia, ketersediaan kayu di hutan baik jumlah maupun kualitasnya semakin terbatas. Hal ini berpengaruh juga terhadap kebutuhan bahan baku kayu bagi industri papan partikel. Untuk itu perlu dicari sumber bahan baku lain yang dapat mensubstitusi partikel kayu. Dilain pihak industri kelapa sawit menghasilkan limbah padat berupa tandan kosong sawit yang jumlahnya cukup besar dan sampai saat ini pemanfaatannya masih terbatas. Tandan kosong sawit merupakan limbah berlignoselulosa dengan kadar serat mencapai 72,67%, sehingga mempunyai potensi sebagai bahan baku produk panel, seperti papan partikel. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pemanfaatan tandan kosong sawit sebagai bahan baku papan partikel. Dalam persiapan bahan baku, tandan kosong sawit dirajang, dipres, dan dikeringkan sampai kadar air 10%. Selanjutnya pembuatan papan partikel dari rajangan tandan kosong sawit dilakukan dengan sistem pengempaan dingin dan panas. Berdasarkan hasil penelitian, sifat fisik dan mekanik papan partikel dari tandan kosong sawit telah memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk penggunaan interior.

Keragaan dan produktifitas klon kelapa sawit asal kultur jaringan di Sumatera bagian Utara
Sjafrul Latif

Bahan tanaman kelapa sawit asal kultur jaringan yang dihasilkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit telah ditanam di beberapa perkebunan untuk evaluasi lapangan. Pada makalah ini dikemukakan hasil pengamatan keragaan dan produktifitas tanaman klon di Sumatera bagian utara meliputi Nangro Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara dan Riau. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada tanaman yang berbuah normal adalah 20-30% lebih tinggi dari tanaman asal biji. Sedangkan tanaman yang tingkat abnormalitasnya cukup tinggi menghasilkan TBS lebih rendah dan sangat tergantung kepada persentase abnormalitas yang terjadi.

Transesterification of palm kernel oil with Dialkyl Carbonates using Lipase As Biocatalyst
Tjahjono Herawan, M. Ruesch gen .Klass, and S. Warwel

Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh serangan Ganoderma merupakan penyakit yang sangat merugikan. Pada generasi pertama serangan penyakit ini sangat rendah, dengan semakin bertambahnya generasi tanam berikutnya maka percentage serangan akan semakin tinggi, dan gejala penyakit sudah dapat terlihat pada awal pertumbuhan tanaman. Beberapa usaha untuk mengatasi penyakit ini telah ditempuh salah satu adalah penggunaan Marfu yang diharapkan merupakan suatu cara yang efektif dan memuaskan. Selain itu juga dilakukan pendekatan lain yaitu dari segi material tanaman dan ketahanannya terhadap patogen. Beberapa individu DxP yang diduga toleran saat ini sedang dalam pengamatan. Hasil analisis kandungan tannin dari contoh yang diambil dari lapang dalam jaringan tanaman yang terserang dan tanaman what menunjukkan bahwa kandungan tanin dari tanaman what lebih rendah daripada tanaman terserang penyakit. Informasi ini selanjutnya akan digunakan sebagai dasar pemilihan individu kelapa sawit yang unggul dari segi produksi, sekaligus toleran terhadap Ganoderma. Basal stem rot disease caused by Ganoderma is a destructive disease in oil palm. In the first generation, the disease attack is still low but in the next generation the percentage of disease attack will be higher and the symptoms will appear in the early stage of the oil palm growth. Some efforts to overcome the disease have been done, one of the promising method is by application of Marfu as an biofungicide. In the other hand, an approach by screenning of planting material and its tolerance against pathogen is carried out. Some DxP individuals expected to have tolerance againstand healthy plants showed that tissues of healthy plant indicate a lower tannin than the infected plant. This information will be used to screen oil palm that superior in production and tolerance against Ganoderma.

Pengembang Sosial Ekonomi Regional Melalui Pengusahaan Perkebunan Kelapa Sawit. Studi kasusu Kabupaten Kampar, Propinsi Riau
Teguh Wahyono
Minyak kelapa sawn merupakan sumber beta-karoten dan vitamin E yang tinggi. Diversifikasi minyak sawn menjadi suplemen makanan yang memanfaatkan kandungan gizi minor yang tinggi ini merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan nilai tambahnya sekaligus penyediaan gizi minor bagi masyarakat dengan mengandalkan produk lokal. Tulisan ini melaporkan basil penelitian pengembangan teknologi proses mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen (farmasetikal atau nutrasetikal) dan fortifikan produk pangan sumber provitamin A dan vitamin E. Proses mikroenkapsulasi minyak makan merah dilakukan melalui penyemprotan emulsi minyak dan air dengan metode spray drying menggunakan beberapa jenis bahan penyalut. Faktor faktor lain yang diteliti adalah Jumlah minyak dalam formula (30 - 70% b/b bahan penyalut) serta kondisi homogenisasi yang mencakup kecepatan putar alat homogenizer dan teknik pencampuran bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laktosa Na-caseinat dan fi-cyclodextrin merupakan bahan penyalut yang paling baik untuk pembuatan mikrokapsul minyak makan merah. Jumlah minyak optimum yang digunakan pada bahan penyalut laktosa Na-caseinat adalah 30%, sedangkan,8-cyclodextrin adalah 44%. Jumlah minyak yang terenkapsulasi pada bahan penyalut laktosa Na-caseinat lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada permukaan mikrokapsul, dan hal sebaliknya yang terjadi pada bahan penyalut /j-cyclodextrin. Terdapat penurunan kandungan karoten pada minyak makan merah yang dienkapsulasi apabila dibandingkan dengan bahan baku minyak awalnya, di mana tingkat retensi karoten minyak makan merah yang terdapat pada mikrokapsul berkisar 73 - 90%. Sebaliknya, kandungan a-tokoferol pada minyak makan merah yang dienkapsulasi relatif stabil. Penambahan minyak yang dilakukan secara bertahap pada saat proses emulsifikasi merupakan cara yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas proses mikroenkapsulasi. Dengan ca ra ini, kecepatan perputaran homogenizer yang dibutuhkan tidak perlu terlalu tinggi (1500 rpm).

Industri kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia dari sisi ekonomi makro serta kaitannya dengan Program Penelitian dan Pengembangan

Teguh Wahyono, dan Luqman Erningpraja

Minyak kelapa sawn merupakan sumber beta-karoten dan vitamin E yang tinggi. Diversifikasi minyak sawn menjadi suplemen makanan yang memanfaatkan kandungan gizi minor yang tinggi ini merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan nilai tambahnya sekaligus penyediaan gizi minor bagi masyarakat dengan mengandalkan produk lokal. Tulisan ini melaporkan basil penelitian pengembangan teknologi proses mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen (farmasetikal atau nutrasetikal) dan fortifikan produk pangan sumber provitamin A dan vitamin E. Proses mikroenkapsulasi minyak makan merah dilakukan melalui penyemprotan emulsi minyak dan air dengan metode spray drying menggunakan beberapa jenis bahan penyalut. Faktor faktor lain yang diteliti adalah Jumlah minyak dalam formula (30 - 70% b/b bahan penyalut) serta kondisi homogenisasi yang mencakup kecepatan putar alat homogenizer dan teknik pencampuran bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laktosa Na-caseinat dan fi-cyclodextrin merupakan bahan penyalut yang paling baik untuk pembuatan mikrokapsul minyak makan merah. Jumlah minyak optimum yang digunakan pada bahan penyalut laktosa Na-caseinat adalah 30%, sedangkan,8-cyclodextrin adalah 44%. Jumlah minyak yang terenkapsulasi pada bahan penyalut laktosa Na-caseinat lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada permukaan mikrokapsul, dan hal sebaliknya yang terjadi pada bahan penyalut /j-cyclodextrin. Terdapat penurunan kandungan karoten pada minyak makan merah yang dienkapsulasi apabila dibandingkan dengan bahan baku minyak awalnya, di mana tingkat retensi karoten minyak makan merah yang terdapat pada mikrokapsul berkisar 73 - 90%. Sebaliknya, kandungan a-tokoferol pada minyak makan merah yang dienkapsulasi relatif stabil. Penambahan minyak yang dilakukan secara bertahap pada saat proses emulsifikasi merupakan cara yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas proses mikroenkapsulasi. Dengan ca ra ini, kecepatan perputaran homogenizer yang dibutuhkan tidak perlu terlalu tinggi (1500 rpm).

 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 1753
  • Unique Visitor: 623
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.96
  • Since: 2010-01-10