Pilihan Bahasa : 

Jurnal Vol 11 No.3 2003

1997 Vol 5, No 1 Apr 1997 Vol 5, No 2 Apr 1997 Vol 5, No 3 Apr 1997
1998 Vol 6, No 1 Apr 1998 Vol 6, No 2 Apr 1998 Vol 6, No 3 Apr 1998
1999 Vol 7, No 1 Apr 1999 Vol 7, No 2 Apr 1999 Vol 7, No 3 Apr 1999
2000 Vol 8, No 1 Apr 2000 Vol 8, No 2 Apr 2000 Vol 8, No 3 Apr 2000
2001 Vol 9, No 1 Apr 2001 Vol 9, No 2-3 Apr 2001  
2002 Vol 10, No 1 Apr 2002 Vol 10, No 2-3 Apr 2002  
2003 Vol 11, No 1 Apr 2003 Vol 11, No 2 Apr 2003 Vol 11, No 3 Apr 2003
2004 Vol 12, No 1 Apr 2004 Vol 12, No 2 Agst 2004 Vol 12, No 3 Des 2004
2005 Vol 13, No 1 Apr 2005 Vol 13, No 2 Agstr 2005 Vol 13, No 3 Des 2005
2006 Vol 14, No 1 Apr 2006 Vol 14, No 2 Agst 2006 Vol 14, No 3 Des 2006
2007 Vol 15, No 1 Apr 2007 Vol 15, No 2 Agst 2007 Vol 15, No 3 Des 2007

 

 

Vol. 11 No. 3

 

* Efektivitas aplikasi pupuk majemuk lambat tersedia pada pembibitan kelapa sawit

* Use of AFLP molecular data versus pedigree relationship in best liner unbiased prediction of test cross perfomance in oil palm (Elaeis guineensis, Jacq.)

* Upaya mendapatkan bahan tanaman kelapa sawit yang toleran Ganoderma boninense

* Mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk produk suplemen dan fortifikan pangan

Efektivitas aplikasi pupuk majemuk lambat tersedia pada pembibitan kelapa sawit
Winarna, E. S. Sutarta dan W. Darmosarkoro

Pada saat ini banyak diproduksi pupuk majemuk untuk pembibitan kelapa sawit yang memiliki sifat lambat tersedia dan berbentuk tablet. Sebelum pupuk tersebut dilepas di pasaran maka pengujian pupuk diperlukan, terutama untuk melihat apakah pengaruh pupuk baru terhadap pertumbuhan tanaman sama atau bahkan lebih tinggi dari pupuk yang lama. Penilaian yang demikian sering diberi batasan dengan menilai Efektivitas Agronomis Nisbi (Relative Agronomic Effectiveness). Tiga rangkaian penelitian aplikasi pupuk majemuk lambat tersedia pada pembibitan kelapa sawit telah dilakukan di lokasi pembibitan kebun Percobaan Aek Pancur, PPKS, Sumatera Utara pada 1999 - 2001. Rangkaian percobaan pertama menguji efektivitas pupuk majemuk lambat tersedia A (PMLT-A) dan percobaan kedua serta ketiga berturut-turut menguji efektivitas PMLT-B dan PMLT-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Efektifitas Agronomis Nisbi yang perhitungannya didasarkan pada hasil bobot kering bibit kelapa sawit untuk penggunaan PMLT A dan B pada berbagai dosis dengan frekuensi aplikasi 1- 2 kali selama masa pembibitan utama adalah berkisar 58% - 91% dan secara umum masih lebih rendah dibandingkan nilai EAN pada pemupukan standar. Pemupukan PMLT C pada berbagai dosis dengan frekuensi 3 kali selama pembibitan utama memberikan hasil yang hampir sama atau bahkan lebih tinggi dari pemupukan standar yaitu berkisar dari 96% - 114%. Aplikasi PMLT dengan frekuensi sekali selama pembibitan menyebabkan penyediaan hara tidak merata selama masa pembibitan tersebut. Pelepasan hara akan terjadi pada beberapa bulan pertama dan ketersediaanya pada bulan-bulan terakhir sangat kurang, karena hara yang telah dilepaskan akan tercuci. Berdasarkan hasil penelitian secara umum dapat ditekankan bahwa dalam penggunaan PMLT untuk pembibitan kelapa sawit harus dilakukan dalam beberapa kali aplikasi (minimal 3 kali) sehingga ketersediaan hara selama masa pembibitan dapat dipenuhi.

Use of AFLP molecular data versus pedigree relationship in best liner unbiased prediction of test cross perfomance in oil palm (Elaeis guineensis, Jacq.)
A. Razak Purba

Pemilihan hibrida terbaik yang akan direproduksi untuk keperluan komersial merupakan salah satu tujuan dari skema seleksi berulang timbal balik yang digunakan pada program pemuliaan kelapa sawit. Pada tanaman tahunan adanya metode yang memungkinkan pemulia menguji hanya hibrida yang menjanjikan akan mengurangi waktu dan lahan yang dibutuhkan untuk pengujian. Metode best linear unbiased prediction (BLUP) yang mengkombinasikan nilai hubungan antar tetua dan uji projeni mungkin adalah metode yang cocok untuk tujuan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan penggunaan coefficient of parentage yang diperoleh dengan teknologi molekuler amplified fragment length polymorphism (AFLP) dengan koefisien yang diperoleh dari data pedigri untuk memprediksi nilai suatu hibrida. Sebanyak 61 poin data, diperoleh dari 50 hibrida hasil persilangan 22 tetua Deli dengan 20 tetua Afrika digunakan dalam studi ini. Model aditif dari BLUP telah diaplikasikan dengan menggunakan coefficient of parentage, baik yang dihitung dari 158 marka AFLP maupun yang dihitung dari data pedigri, untuk memprediksi nilai suatu hibrida. Meskipun terdapat perbedaan nilai coefficient of parentage dari kedua metode, nilai korelasi sebesar 0,60 dan 0, 84, masing-masing untuk tetua Deli dan Afrika, tampak cukup baik. Korelasi antara nilai hibrida yang diobservasi dengan yang diprediksi hampir lama untuk kedua metode dengan nilai masing-masing dari 0,39 sampai 0,79 untuk jumlah tandan, 0,31 sampai 0, 68 untuk produksi tandan, 0,28 sampai 0, 65 untuk produksi minyak dan 0,42 sampai 0,84 untuk pertumbuhan meninggi. Studi ini menunjukkan kegunaan metode BLUP untuk memprediksi nilai suatu hibrida yang tidak diuji. Prediksi dapat dilakukan dengan menggunakan nilai hubungan genetik yang diperoleh dari marka AFLP apabila tidak tersedia catatan pedigri ataupun bila data pedigri tersebut diragukan keakuratannya.

Upaya mendapatkan bahan tanaman kelapa sawit yang toleran Ganoderma boninense
Subronto, R.Y. Purba, E. Suprianto dan R.D. Setiowati

Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh serangan Ganoderma merupakan penyakit yang sangat merugikan. Pada generasi pertama serangan penyakit ini sangat rendah, dengan semakin bertambahnya generasi tanam berikutnya maka percentage serangan akan semakin tinggi, dan gejala penyakit sudah dapat terlihat pada awal pertumbuhan tanaman. Beberapa usaha untuk mengatasi penyakit ini telah ditempuh salah satu adalah penggunaan Marfu yang diharapkan merupakan suatu cara yang efektif dan memuaskan. Selain itu juga dilakukan pendekatan lain yaitu dari segi material tanaman dan ketahanannya terhadap patogen. Beberapa individu DxP yang diduga toleran saat ini sedang dalam pengamatan. Hasil analisis kandungan tannin dari contoh yang diambil dari lapang dalam jaringan tanaman yang terserang dan tanaman what menunjukkan bahwa kandungan tanin dari tanaman what lebih rendah daripada tanaman terserang penyakit. Informasi ini selanjutnya akan digunakan sebagai dasar pemilihan individu kelapa sawit yang unggul dari segi produksi, sekaligus toleran terhadap Ganoderma. Basal stem rot disease caused by Ganoderma is a destructive disease in oil palm. In the first generation, the disease attack is still low but in the next generation the percentage of disease attack will be higher and the symptoms will appear in the early stage of the oil palm growth. Some efforts to overcome the disease have been done, one of the promising method is by application of Marfu as an biofungicide. In the other hand, an approach by screenning of planting material and its tolerance against pathogen is carried out. Some DxP individuals expected to have tolerance againstand healthy plants showed that tissues of healthy plant indicate a lower tannin than the infected plant. This information will be used to screen oil palm that superior in production and tolerance against Ganoderma.

Mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk produk suplemen dan fortifikan pangan
Jenny Elisabeth, Donald Siahaan dan Nuri Andarwulan

Minyak kelapa sawn merupakan sumber beta-karoten dan vitamin E yang tinggi. Diversifikasi minyak sawn menjadi suplemen makanan yang memanfaatkan kandungan gizi minor yang tinggi ini merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan nilai tambahnya sekaligus penyediaan gizi minor bagi masyarakat dengan mengandalkan produk lokal. Tulisan ini melaporkan basil penelitian pengembangan teknologi proses mikroenkapsulasi minyak makan merah untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen (farmasetikal atau nutrasetikal) dan fortifikan produk pangan sumber provitamin A dan vitamin E. Proses mikroenkapsulasi minyak makan merah dilakukan melalui penyemprotan emulsi minyak dan air dengan metode spray drying menggunakan beberapa jenis bahan penyalut. Faktor faktor lain yang diteliti adalah Jumlah minyak dalam formula (30 - 70% b/b bahan penyalut) serta kondisi homogenisasi yang mencakup kecepatan putar alat homogenizer dan teknik pencampuran bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laktosa Na-caseinat dan fi-cyclodextrin merupakan bahan penyalut yang paling baik untuk pembuatan mikrokapsul minyak makan merah. Jumlah minyak optimum yang digunakan pada bahan penyalut laktosa Na-caseinat adalah 30%, sedangkan,8-cyclodextrin adalah 44%. Jumlah minyak yang terenkapsulasi pada bahan penyalut laktosa Na-caseinat lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada permukaan mikrokapsul, dan hal sebaliknya yang terjadi pada bahan penyalut /j-cyclodextrin. Terdapat penurunan kandungan karoten pada minyak makan merah yang dienkapsulasi apabila dibandingkan dengan bahan baku minyak awalnya, di mana tingkat retensi karoten minyak makan merah yang terdapat pada mikrokapsul berkisar 73 - 90%. Sebaliknya, kandungan a-tokoferol pada minyak makan merah yang dienkapsulasi relatif stabil. Penambahan minyak yang dilakukan secara bertahap pada saat proses emulsifikasi merupakan cara yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas proses mikroenkapsulasi. Dengan ca ra ini, kecepatan perputaran homogenizer yang dibutuhkan tidak perlu terlalu tinggi (1500 rpm).

 
 

 

Next Event

EXHIBITION & SPONSORSHIP

International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia

IOPC will hold and exhibition to provide the opportunities for the participants to view and discuss and to do business transactions of the state of art equipment, product and services related to palm oil industry. It is expected to have 100 booths of various companies and institution from local and overseas....More

 

 

FIRST ANNOUNCEMENT
International Oil Palm Conference 2010 (IOPC 2010)
June 1-3, 2010 Jogja Expo Center, Yogyakarta, Indonesia
"Transforming Oil Palm Industry"
The International Oil Palm Conference (IOPC), a quadrennial event organized by the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), has consistently booked increasing success since it was started in 1998. The 3rd IOPC 2006 was attended by 785 participants from 15 countries and held 75 Exhibition booths. IOPC is chartered to bring on. ...More

 

 

Statistik

  • Site Counter: 1745
  • Unique Visitor: 622
  • Registered Users: 5
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 158
  • Unpublished Nodes: 0
  • Your IP: 38.107.191.95
  • Since: 2010-01-10